Sulitnya Cari Tahu Riwayat Hidup Caleg di Laman KPU

CNN Indonesia | Selasa, 13/11/2018 09:48 WIB
Sulitnya Cari Tahu Riwayat Hidup Caleg di Laman KPU KPU. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemungutan suara pemilihan calon anggota legislatif atau Pileg tinggal lima bulan lagi. Pada 17 April 2019 mendatang, masyarakat akan menentukan wakilnya untuk duduk di kursi parlemen.

Sebagai pemilih, masyarakat tentu ingin mengetahui identitas serta riwayat hidup calon anggota DPR yang akan dicoblosnya. Hal itu dapat diketahui melalui laman resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) khusus Pemilu 2019, yakni di infopemilu.kpu.go.id.

Dokumen-dokumen tersebut diunggah oleh setiap caleg sebagai persyaratan untuk mengikuti Pileg 2019. Kemudian, KPU membuka dokumen-dokumen itu di laman infopemilu.kpu.go.id.


CNNIndonesia.com mencoba menelusuri informasi mengenai caleg DPR dari beberapa daerah pemilihan secara acak di laman infopemilu.kpu.go.id. Namun, ada beberapa kesulitan dalam memperoleh informasi berupa identitas serta riwayat hidup mereka.

Pengunjung laman infopemilu.kpu.go.id. bisa memilih akses masuk ke sub laman Pileg 2019. Setelah itu lanjut ke sub laman pencalonan dan daftar calon tetap. Layar langsung menampilkan seluruh lambang partai politik peserta pemilu.

CNNIndonesia.com mencoba memilih informasi tentang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Pilihan kemudian mengerucut pada anggota DPR, lalu pilih provinsi dan daerah pemilihan (dapil). CNNIndonesia.com mencoba dapil Jawa Tengah X. Ada sejumlah caleg di dapil tersebut. Jika ingin menelusuri lebih jauh identitas masing-masing caleg, bisa mengklik bagian detail di samping kanan kolom caleg.

CNNIndonesia.com memilih caleg dari PKB dapil Jawa Tengah X nomor urut 1, yakni Yaqut Cholil Qoumas. Ada beberapa dokumen yang dilampirkan, antara lain daftar riwayat hidup, surat keterangan catatan kepolisian, surat tidak pernah dipidana, salinan KTP dan seterusnya. Namun, semua dokumen yang terlampir tidak bisa diunggah dan muncul error, failed to load PDF document.

Karenanya, informasi identitas, riwayat hidup Yaqut menjadi tidak dapat diketahui.

CNNIndonesia.com lantas menghubungi Yaqut untuk mengonfirmasi hal tersebut. Dia mengatakan semua dokumen kelengkapan syarat menjadi caleg sudah diserahkan ke KPU. Yaqut juga mengatakan dirinya tidak keberatan jika dokumen-dokumen itu dilihat oleh publik.

"Setahu saya semua dokumen yang diserahkan ke KPU kan bisa diakses publik. Mungkin ada masalah di server KPU. Mana mungkin saya minta KPU agar dokumen saya tidak bisa dibuka," tutur Yaqut saat dihubungi, Senin (12/11).

Kasus yang tak terlalu berbeda terjadi ketika CNNIndonesia.com ingin melihat riwayat hidup caleg DPR dari Gerindra dapil Jawa Tengah IV nomor urut 1 Ferry Juliantono. Hanya beberapa dokumen yang bisa diunggah untuk dilihat. Misalnya, surat keterangan catatan kepolisian (SKCK), tanda bukti terdaftar sebagai pemilih, surat tidak pernah dipidana dari pengadilan. Sementara dokumen daftar riwayat hidup tidak bisa diunggah untuk dilihat.

"Ah masa sih. Mungkin di KPU-nya," ucap Ferry saat dihubungi.

Caleg Tidak Ingin Riwayat Hidup Dipublikasikan

Selain dokumen tidak dapat diunggah dari laman infopemilu.kpu.go.id, CNNIndonesia.com juga menemukan kasus lain, yakni ada caleg yang tidak ingin riwayat hidup serta identitas lengkapnya dipublikasikan. KPU memang membolehkan hal tersebut melalui peraturan KPU (PKPU) No. 20 tahun 2018.

Salah satu caleg yang dimaksud yakni Charles Honoris. Dia merupakan caleg DPR dari PDI Perjuangan dapil Jakarta III nomor urut 2. CNNIndonesia.com hanya mendapati laman putih bertuliskan 'calon yang bersangkutan tidak bersedia mempublikasikan data riwayat hidup,'.

Hal serupa ketika CNNIndonesia.com ingin mengetahui riwayat hidup caleg dari Partai Demokrat dapil Jawa Barat V nomor urut 4 Ferdinand Hutahaean. Ferdinand sama dengan Charles, yakni tidak bersedia mempublikasikan data riwayat hidup.

Ferdinand mengamini bahwa dirinya memang tidak ingin identitas dan riwayat hidupnya dipublikasi. Dia mengaku melakukan itu demi menjaga privasinya, terutama agar sanak keluarga tidak terbawa dampak buruk dari kontestasi politik.

"Politik kita jahat, politik bully, yang beda pilihan politik selalu main bully. Saya tidak mau keluarga saya terbawa-bawa dalam politik apalagi anak-anak saya," ucap Ferdinand saat dihubungi.

Ferdinand merasa dirinya tidak akan menjadi orang asing ketika identitas dan riwayat hidupnya sebacai caleg dirahasiakan. Dia yakin tetap akan dikenal oleh masyarakat khususnya mereka yang memiliki hak suara di dapil Ferdinand, yakni Jawa Barat V. Menurutnya, ada langkah lain untuk mengenalkan diri ke masyarakat, yakni sosialisasi tatap muka.

"Kita sosialisasi dengan dapil, masyarakat secara langsung. Jika mereka bertanya tentang saya, pasti saya jawab. Tidak ada kekhawatiran tidak dikenal," ucap Ferdinand.

Dokumen Lengkap Hingga Mengunggah Fotokopi KTP

CNNIndonesia.com menemukan sejumlah caleg yang mengunggah semua dokumen ke laman infopemilu.kpu.go.id. Setiap dokumen dapat diunggah sehingga masyarakat dapat mengetahui identitas lengkap serta riwayat hidupnya calon wakilnya di parlemen. Namun, saking lengkapnya, mereka juga tidak keberatan fotokopi e-KTP dipublikasikan di laman KPU.

Salah satu yang dokumennya lengkap yakni Mariam Nuraini Solisa, caleg PDIP dapil Maluku nomor urut 4. Contoh lain yakni Novita Chandra Wijaya, caleg DPR dari Gerindra dapil Kalimantan Tengah nomor urut 5. Caleg DPR dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dapil Sumatera Utara I nomor urut 1 Dara Adinda Nasution juga termasuk di antaranya.

Dara Adinda Nasution Mengaku tidak melihat ada masalah jika fotokopi e-EKTP dipublikasikan. Menurut Dara, masyarakat perlu tahu calon wakil rakyat yang akan dipilih, termasuk pula dirinya. Dia mengatakan masyarakat berhak tahu identitas caleg DPR termasuk fotokopi e-KTP.

"Saya sih tidak melihat bahanya ya. Sudah zaman keterbukaan informasi seperti ini," kata Dara. (bmw/osc)