Dua Mobil Korban Pembunuhan di Bekasi Tak Ada di Tempat

CNN Indonesia | Selasa, 13/11/2018 14:25 WIB
Dua Mobil Korban Pembunuhan di Bekasi Tak Ada di Tempat Rumah keluarga yang menjadi korban pembunuhan di kawasan Jatirahayu, Pondok Melati, Bekasi, Selasa (13/11). (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Bekasi, CNN Indonesia -- Dua mobil milik keluarga yang menjadi korban pembunuhan di Pondok Gede tidak berada di tempat. Namun, kepolisian belum bisa memastikan dugaan pencurian dalam kasus itu.

Sebelumnya, terjadi pembunuhan terhadap satu keluarga di kawasan Jatirahayu, Pondok Gede, Bekasi, Selasa (13/11).

Haryo Prasetyo (27), tetangga korban, mengatakan korban memiliki tiga mobil, yakni Nissan X-Trail, Honda HR-V, dan mobil boks Mitsubishi Colt. Namun, saat ini hanya tinggal mobil boks yang masih ada.


"Sepertinya begitu. Enggak tahu juga. Tapi memang punya tiga mobil. Sekarang tinggal yang mobil boks doang yang ada," ucap Haryo di lokasi kejadian, Pondok Gede, Bekasi, Selasa (13/11).

Senada, Ketua RT 02 RW 06 Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati Agus Sane (53) membenarkan bahwa korban memiliki tiga jenis mobil. Namun, saat ini hanya tinggal satu mobil yang masih ada di tempat semula.

"Tapi itu belum tahu juga. Biar polisi yang cari tahu kepastiannya dulu," kata Agus.

Ilustrasi Honda HR-V.Ilustrasi Honda HR-V. (Honda)
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono juga mengaku mendapat kabar dua mobil milik korban hilang. Akan tetapi, dia masih belum bisa memastikan.

"Belum terkonfirmasi," kata Argo di lokasi.

Saat ini, kata Argo, pihaknya masih terus memeriksa saksi untuk membantu penyelidikan. Baik tetangga maupun keluarga korban. Dia enggan menyimpulkan terlebih dahulu Apa saja barang yang hilang. Begitu pula perihal motif.

"Kan enggak bisa sehari juga langsung ketemu. Pendalaman dulu," ucap Argo.

Sebelumnya, Satu keluarga menjadi korban pembunuhan di kawasan Jatirahayu, Pondok Gede, Bekasi. Peristiwa diduga terjadi pada Selasa dini hari. Korban yang terdata meninggal dunia yakni Diperum Nainggolan (38), Maya Ambarita (37), Sarah Nainggolan (9), Arya Nainggolan (7).

Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polres Metro Bekasi Kota, Komisaris Polisi Erna Ruswing mengatakan sekitar pukul 03.30 WIB seorang saksi melihat gerbang kontrakan korban sudah terbuka. Televisi di rumah korban juga terlihat menyala.

Ketua RT 02/06 Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Bekasi, Agus Sane di lokasi kejadian kejadian, Selasa (13/11). Ketua RT 02/06 Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Bekasi, Agus Sane di lokasi kejadian kejadian, Selasa (13/11). (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Pada pagi hari sebelum berangkat kerja sekitar pukul 06.30 WIB, saksi melihat korban belum bangun. Saksi lantas curiga dan membuka jendela. Saat itulah saksi mendapati korban sudah tergeletak tak bernyawa.

"Untuk barang berharga ada beberapa yang enggak hilang misalnya kalung, dan uang, enggak hilang," ucap Kapolres Bekasi Kota Kombes Pol Indarto di Bojong Nangka, Jatirahayu, Pondok Gede, Bekasi, Selasa (13/11).

Indarto belum mau menyimpulkan motif pembunuhan. Dia mengatakan pihaknya akan terus mengkaji segala kemungkinan.

"Sementara ini sedang kita kaji dan sementara ini kecenderunganya bukan ekonomi. Kecenderunganya ya, tapi semua motif masih kita buka," tutupnya.

(bmw/arh)