"Saya kemarin sudah siapkan tahun depan kita akan bangun saringan-saringan besar semacam bendungan untuk menyaring sampah agar tidak masuk ke dalam kota," kata Anies di Polda Metro Jaya, Jumat (16/11).
Anies menuturkan dengan dibangunnya saringan sampah tersebut, diharapkan sampah tak lagi menumpuk di Pintu Air Manggarai seperti yang selama ini terjadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maka saya akan arahkan untuk proses penampungan ini di sekitar perbatasan saja, sehingga tidak masuk ke dalam kota," ujarnya.
Anies sempat melakukan inspeksi ke Pintu Air Manggarai pada Rabu (14/11) malam. Ia mengaku inspeksi itu dilakukan dalam rangka mengecek kebersihan pintu air tersebut.
"Saya lihat dan alhamdulillah bersih," ujarnya.
Anies pun mengakui mengatasi penumpukan sampah di Pintu Air Manggarai bukanlah persoalan mudah. Apalagi jumlah kiriman sampah bisa mencapai 500 ton tiap harinya.
"Dengan volume sebanyak itu, bayangkan kalau datang sampah sampai 500 ton tidak mungkin selesai dalam dua jam," tuturnya.
"Bersiaga 24 jam, fokus melakukan pemantauan," kata Isnawa saat dihubungi, Rabu (14/11).
Menurut Isnawa, sejumlah titik yang rawan penumpukan sampah tersebar hampir di semua wilayah. Jakarta Pusat ada di Manggarai dan BKB Petamburan. Jakarta Utara ada di Kali Cagak Penjaringan, Cakung Drain Cillincing, Pintu Air 8 Tanjung Priok, dan Sentiong.
Kemudian di Jakarta Barat, lanjutnya, ada BKB Season City dan Kali Sekertaris. Di Jakarta Timur ada di BKT, Ciliwung Kampung Melayu, dan Jatinegara. Di Jakarta Selatan ada di Saringan TB. Simatupang, Kampung Melayu Aliran, dan Tebet. (dis/osc)