PSI Yakin Jokowi Bisa Lebih Tegas soal Isu Minoritas

CNN Indonesia | Jumat, 16/11/2018 22:11 WIB
PSI Yakin Jokowi Bisa Lebih Tegas soal Isu Minoritas Guntur Romli berdalih banyak tekanan kepada Jokowi, sehingga isu intoleransi kerap terabaikan pemerintah. Foto: Detikcom/Kanavino
Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Guntur Romli mengakui bahwa isu minoritas masih menjadi pekerjaan rumah bagi Presiden Joko Widodo. Guntur sepakat jika dalam empat tahun pemerintahan Jokowi, muncul kesan Jokowi tidak tegas untuk urusan toleransi.

Namun demikian, dengan keberadaan Ma'ruf Amin sebagai cawapresnya, Romli yakin Jokowi akan bisa lebih tegas di periode berikutnya. "Ke depan Pak Jokowi yang punya wakil seorang ulama, maka tidak ada alasan lagi anti Islam atau anti ulama. Maka harus lebih tegas dan berani dari sebelumnya," kata Guntur Romli di Cikini, Jumat (16/11). 

Muncul kesan tidak tegas dari Jokowi soal intoleransi, kata Romli, bukan tanpa alasan. Romi menyebut Jokowi mengalami tekanan lain. Salah satunya, tekanan tentang serangan isu anti-Islam, PKI, dan sebagainya.



"Sehingga banyak agenda toleransi yang seharusnya Pak Jokowi miliki ketegasan akhirnya dipakai alat politik bagi lawan akhirnya itu terkesan kurang tegas," kata Romli.

Akan tetapi, Romli tetap yakin ke depan Jokowi bisa lebih berkomitmen membela kaum minoritas dan menjadikan hal itu PR yang akan dikerjakan pada masa kepemimpinannya ke depan. Bahkan janji itu pun disebut Romli sudah masuk dalam visi-misi pasangan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019.

Sementara itu, di kubu Prabowo, isu pembelaan terhadap minoritas menguat. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Faldo Maldini memastikan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berkomitmen akan menyelesaikan kasus-kasus terkait HAM dan memberi perlindungan terhadap kaum minoritas.

Hal ini pun terbukti dengan banyaknya minoritas yang tergabung dalam tim pemenangan Prabowo-Sandi. "Bisa dilihat lah di timnya Prabowo-Sandiaga, banyak teman-teman minoritas," kata Faldo di tempat yang sama.

Meski begitu, Faldo pun membenarkan bahwa soal perlindungan minoritas dan penyelesaian kasus HAM ini tak tercantum dalam visi-misi Prabowo-Sandi. Tetapi yang terpenting kata dia adalah semangat dan bukti untuk menyelesaikan kasus-kasus HAM ini telah ditunjukkan oleh Prabowo.

PSI Akui Jokowi Masih Lemah dalam Isu-Isu Intoleransi Faldo Maldini. Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino

Meski begitu, Faldo tak mau membeberkan bukti terkait program nyata Prabowo soal perlindungan minoritas. Sebab kata dia bukan program yang akan dikerjakan, melainkan solusi penyelesaian konflik HAM dan minoritas itu adalah diskusi.

"Yang paling penting kita selalu membuka ruang dialog, ruang bicara. Instrumen seperti itu tentu perlu kita analisis mana yang lebih tepat," kata dia.

Menurut Faldo, semua pihak bisa saja berjanji manis ingin menegakkan HAM dan toleransi, namun yang terpenting saat ini adalah pelaksanaan dari janji itu sendiri. "Semua bisa janji manis, apalagi momen kayak sekarang, tapi yang paling penting apakah itu bisa kita laksanakan," kata dia. (tst/ain)