Soal Pidato Tolak Perda Syariah, PSI Bantah Nistakan Agama

CNN Indonesia | Jumat, 16/11/2018 19:19 WIB
Soal Pidato Tolak Perda Syariah, PSI Bantah Nistakan Agama Sekjen PSI, Raja Juli memastikan tak ada niat PSI menistakan agama, terkait pidato Grace Natalie. Foto: CNN Indonesia/Abi Sarwanto
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Jendral Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni menegaskan bahwa Ketua Umum PSI Grace Natalie tak bermaksud menistakan agama mana pun terkait pidato tak mendukung peraturan daerah (perda) yang berlandaskan agama, seperti Perda Syariah dan Perda Injil.

Hal itu ditegaskan merespons pelaporan Grace oleh Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

"Pernyataan itu sesungguhnya tak seperti yang dibayangkan oleh Eggi Sudjana dan kawan-kawan bahwa kami melakukan penistaan agama, membenci agama, tak seperti itu," kata Antoni saat dihubungi melalui pesan singkat, Jumat (16/11).


Antoni mengatakan bahwa partainya berkeinginan agar agama diletakkan pada posisi terhormat dalam kehidupan bermasyarakat. Ia tak berkeinginan agama hanya terjebak dalam penafsiran sebatas legal-formal yang sempit karena kepentingan politik tertentu.

"Kami ingin agama memiliki fungsi luhur di mana agama sebagai pesan atau substansi moral dalam kehidupan berbangsa dan tak terlibat pada isu yang remeh temeh yang sifatnya legal formal," ujarnya.

Selain itu, Antoni pun menegaskan bahwa banyak kader PSI yang memiliki latar belakang sebagai aktivis keagamaan di Indonesia. Oleh karenanya, ia mengatakan mustahil bagi partainya untuk melakukan tindakan penistaan agama.

"Banyak sekali kader PSI adalah aktivis NU, Muhammadiyah dan aktivis gereja," kata dia.



Sebelumnya, kuasa hukum Sekretaris Jenderal PPMI Zulkhair, Eggi Sudjana melaporkan Grace ke Bareskrim Polri terkait kasus dugaan penistaan agama hari ini (16/11).

Laporan Zulkhair ini diterima dengan nomor laporan polisi LP/B/1502/XI/2018/BARESKRIM tertanggal 16 November 2018. Grace dilaporkan dengan dugaan pelanggaran Pasal 156A KUHP, Pasal 27 ayat (3) juncto Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 14 juncto Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Diketahui, Grace Natalie mengatakan partainya tidak akan pernah mendukung peraturan daerah (perda) yang berlandaskan agama. Hal itu, kata Grace, menjadi salah satu dari tiga misi yang yang akan dijalankan anggota legislatif dari PSI jika dipercaya duduk di parlemen.

"PSI akan mencegah lahirnya ketidakadilan, diskriminasi, dan seluruh tindakan intoleransi di negeri ini. PSI tidak akan pernah mendukung perda-perda Injil atau perda-perda syariah. Tidak boleh ada lagi penutupan rumah ibadah secara paksa," ujar Grace dalam sambutan yang ia sampaikan untuk peringatan hari ulang tahun keempat PSI, ICE BSD, Tangerang, Minggu (11/11) malam.


(rzr/ain)