Acara Khilafah Batal, Peserta Bingung Cari Tempat Inap

CNN Indonesia | Jumat, 16/11/2018 22:22 WIB
Acara Khilafah Batal, Peserta Bingung Cari Tempat Inap Para peserta silaturahmi Khilafah menginap di masjid di kawasan Kemayoran setelah acara dibatalkan. (CNN Indonesia/Setyo Aji)
Jakarta, CNN Indonesia -- Para peserta acara bertajuk Syiar dan Silaturahim Kekhilafahan Islam Sedunia kini luntang-lantung setelah acara dibatalkan di beberapa tempat. Koordinator Bidang Publikasi Wuri Handoyo mengatakan peserta yang jumlahnya sekitar 600 orang itu belum mendapatkan tempat menginap pada malam ini.

"Iya, kami belum dapat tempat menginap," ujarnya kepada CNNIndonesia.com di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (16/11).

Para peserta terlanjur datang ke Jakarta karena telah mempersiapkan diri untuk menghadiri acara tersebut sejak jauh-jauh hari.



Sampai saat ini para peserta masih singgah di Masjid At Taqwa kawasan Pekan Raya Jakarta, Kemayoran. Namun, pihak manajemen tidak memperkenankan mereka untuk menginap di sana.

Pihak manajemen pun melaporkan keberadaan para peserta itu ke aparat kepolisian. Pihak Polsek Kemayoran kemudian datang untuk ikut menjaga keamanan.

Sempat terjadi perdebatan alot antara peserta, panitia acara, aparat kepolisian dan pihak manajemen. Pantauan CNNIndonesia.com mereka berdebat soal izin menginap di Masjid At Taqwa lantaran tidak mempunyai tempat tinggal.

Aparat kepolisian dan pihak manajemen dalam hal ini sekuriti PRJ meminta para peserta masuk ke bus sembari menunggu kejelasan tempat menginap.


Namun para peserta meminta agar diperkenankan untuk menunggu kepastian di masjid. Akhirnya pihak manajemen memperbolehkan peserta untuk tinggal sementara di lokasi sembari menunggu kepastian dari ketua panita acara.

Acara silaturahmi terkait khilafah batal digelar di Masjid Akbar Kemayoran, Jakarta. (CNN Indonesia/Setyo Aji Harjanto)
Peserta kegiatan bertajuk Syiar dan Silaturahim Kekhilafahan Islam Sedunia sebelumnya sempat mendatangi Masjid Akbar Kemayoran, Jakarta, pada Jumat pagi. Namun acara di tempat itu tak mendapat izin.

Spanduk besar bertuliskan "Tidak ada Syiar dan Silaturahim Kekhilafahan Islam Se-Dunia 1440 H Tgl. 17 - 18 November 2018" dipajang di depan Masjid Akbar Kemayoran.

Awalnya acara itu akan digelar di Masjid Akbar Kemayoran, Jakarta. Pihak panitia mengajukan izin kepada Dewan Pengurus Masjid pada 11 Agustus lalu.

Namun pihak Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran (PPKK) tidak memberikan izin.

Mengetahui hal itu, Hadiwiyanto kemudian mengganti lokasi acara di Masjid Az-Zikra Bogor, Jawa Barat. Menurut dia, pihak pengurus masjid diketahui sudah memberikan izin. Setelah itu ia pun melayangkan surat izin kepada Polres Bogor.

(sah/pmg)


BACA JUGA