"Sebatas dia mensyiarkan reuni ya terserah mereka. Asal tidak ada tendensi politik boleh-boleh saja," kata dia, di Kantor Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), Jakarta, Sabtu (17/11).
Said pun enggan membuat imbauan khusus terkait rencana reuni ini. Dia hanya mengimbau warga NU agar menjaga perdamaian selama pilpres.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Said mengingatkan bahwa sistem pemerintahan yang dianut Indonesia adalah presidensial. Untuk itu, kata dia, kepemimpinan Presiden Joko Widodo disebut harus tuntas sampai lima tahun.
Sebelum rencana reuni akbar tahun ini, PA 212 juga pernah menghelat acara serupa, yakni pada 2 Desember 2017. Jumlah massa yang hadir dalam acara reuni akbar itu tidak sebanyak saat aksi 212 pada 2016.
(swo/arh)