"Saya juga mengikuti di media sosial yang ramai membicarakan Monumen Kapsul Waktu ini. Katanya, bentuknya seperti markas Avengers yang sangat futuristik," kata Jokowi melalui keterangan resmi, Jumat (16/11).
Dalam kesempatan itu, Jokowi menyatakan tak hanya bangunannya, monumen ini juga memiliki jiwa dan semangat yang sama seperti Avengers yakni bermimpi besar seperti melindungi orang banyak dan orang lemah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Melalui monumen ini kita bukan saja meletakkan mimpi kita sebagai bangsa besar tapi akan bekerja keras, bekerja sama, berikhtiar mewujudkan mimpi besar itu," tutur mantan Wali Kota Solo ini.
"Sehingga kelak di tahun 2085 dibuka oleh penerus kita. Apakah tujuh mimpi besar itu telah bisa kita wujudkan? Jadi, ini bukan semata-mata monumen biasa. Ini adalah monumen impian kita bersama," kata Jokowi.
Desain Monumen Kapsul Waktu
Monumen Kapsul Waktu dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui kegiatan Ruang Terbuka Hijau mulai 2016 yang dialokasikan pada DIPA APBN di Direktorat Jenderal Cipta Karya-Kementerian PUPR.
Pembangunan tahap I dilakukan dua tahun lalu berupa pekerjaan pondasi dengan anggaran Rp7 miliar. Tahap II dilanjutkan Juli 2017 dan selesai November 2018 dengan biaya konstruksi Rp82,9 miliar. Pembangunan dilakukan bersama PT. Nindya Karya selaku kontraktor.
Pembangunan juga mengadopsi angka kemerdekaan Indonesia, 17, 8, dan 45. Monumen ini berukuran lebar 17 meter, tinggi 8 meter, dan panjang 45 meter. Bagian dalam monumen dihiasi relief perjalanan Indonesia, Pancasila, serta kebudayaan Papua.
Dari total luas monumen, 1,5 hektare akan digunakan sebagai alun-alun. Selain menjadi ruang terbuka publik dan lokasi wisata bagi masyarakat Merauke, Monumen Kapsul Waktu diyakini akan membangkitkan pertumbuhan ekonomi lokal. (chris/wis)