Buruh Kepung Kantor Ganjar Pranowo, Protes UMP Rp1,6 Juta

CNN Indonesia | Senin, 19/11/2018 18:08 WIB
Buruh Kepung Kantor Ganjar Pranowo, Protes UMP Rp1,6 Juta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendapat protes dari massa buruh karena menetapkan UMP sebesar Rp1,6 juta. (0CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Semarang, CNN Indonesia -- Massa buruh mengepung Kantor Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Jalan Pahlawan Semarang, menuntut kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota tahun 2019.

Para buruh dalam jumlah cukup banyak itu datang sekitar pukul 16.45 WIB dan langsung memblokade Jalan Pahlawan Semarang yang berada di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Mereka protes terhadap keputusan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang menetapkan kenaikan UMP tahun 2018 hanya 8,03% dengan dalih mengacu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 tahun 2015.


Dengan kenaikan UMP hanya 8,03% tersebut, upah buruh di Jawa Tengah rata-rata hanya Rp. 1.605.396,02.

"Kami di sini untuk protes kepada Ganjar, yang katanya pemimpin yang ngayomi wong Jawa Tengah. Kita melawan Ganjar yang memutuskan kenaikan UMP 2019 dengan dasar PP 78," teriak Karmanto, salah satu perwakilan buruh saat berorasi. 

Karmanto mengatakan dalam PP 78, kenaikan dirumuskan berdasarkan survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) tahun 2014.

"Ini tahun berapa, harga-harga sudah naik berapa. Otaknya Ganjar dimana?" ujar Karmanto.

Para buruh di Jawa Tengah membandingkan Ganjar dengan Gubernur Jawa Timur Soekarwo yang berani menaikkan upah buruh di atas PP 78. Merujuk Jawa Timur, para buruh di Jawa Tengah mengajukan kenaikan sebesar 25%.

"Pemprov Jawa Timur saja berani di atas PP 78, ini kok Ganjar gak berani nopo? Kayaknya Ganjar gak mudeng soal atau masalah buruh, kok janjinya mau sejahterakan masyarakat. Buruh itu bagian dari masyarakat, pak Ganjar kowe mudeng, po rak?" tambah Karmanto.

Sedikitnya 400 personel kepolisian dari Polrestabes Semarang dibantu Dalmas dan Brimob Polda Jawa Tengah dikerahkan untuk mengawal aksi para buruh itu.

Sesuai dengan aturan dan Undang-Undang, polisi meminta para buruh agar membubarkan diri pada pukul 18.00 WIB.

"Kami kerahkan 400 personel, untuk pengamanan gabungan Polrestabes Semarang dan Polda Jateng. Kita imbau pukul 18.00 WIB untuk membubarkan diri, karena itu aturannya", kata Kabag Ops Polrestabes Semarang AKBP Iga DP Nugraha. (dmr/wis)