Para buruh dalam jumlah cukup banyak itu datang sekitar pukul 16.45 WIB dan langsung memblokade Jalan Pahlawan Semarang yang berada di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mereka protes terhadap keputusan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang menetapkan kenaikan UMP tahun 2018 hanya 8,03% dengan dalih mengacu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 tahun 2015.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami di sini untuk protes kepada Ganjar, yang katanya pemimpin yang ngayomi wong Jawa Tengah. Kita melawan Ganjar yang memutuskan kenaikan UMP 2019 dengan dasar PP 78," teriak Karmanto, salah satu perwakilan buruh saat berorasi.
"Ini tahun berapa, harga-harga sudah naik berapa. Otaknya Ganjar dimana?" ujar Karmanto.
"Pemprov Jawa Timur saja berani di atas PP 78, ini kok Ganjar gak berani nopo? Kayaknya Ganjar gak mudeng soal atau masalah buruh, kok janjinya mau sejahterakan masyarakat. Buruh itu bagian dari masyarakat, pak Ganjar kowe mudeng, po rak?" tambah Karmanto.
Sedikitnya 400 personel kepolisian dari Polrestabes Semarang dibantu Dalmas dan Brimob Polda Jawa Tengah dikerahkan untuk mengawal aksi para buruh itu.
"Kami kerahkan 400 personel, untuk pengamanan gabungan Polrestabes Semarang dan Polda Jateng. Kita imbau pukul 18.00 WIB untuk membubarkan diri, karena itu aturannya", kata Kabag Ops Polrestabes Semarang AKBP Iga DP Nugraha. (dmr/wis)