Puting Beliung Terjang Bandung Barat, Sejumlah Rumah Rusak

hyg, CNN Indonesia | Selasa, 20/11/2018 16:54 WIB
Puting Beliung Terjang Bandung Barat, Sejumlah Rumah Rusak Ilustrasi dampak puting beliung. (Foto: Ekho Ardiyanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Puting beliung menerjang permukiman di Desa Cimerang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Senin (19/11). Sejumlah rumah penduduk rusak berat dan satu orang mengalami luka-luka.

Kejadian berlangsung pukul 16.00 WIB di wilayah Desa Cimerang yang meliputi 15 RW dan 37 RT. Dalam keterangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, sebanyak 186 unit rumah terdampak angin puting beliung. Sembilan unit dinyatakan rusak berat, 31 rusak sedang dan 146 unit rusak ringan.

"Korban luka-luka satu orang atas nama Bapak Ujang, usia 35 tahun," kata Kepala Pelaksana BPBD KBB, Duddy Prabowo, Selasa (20/11).


Duddy menmbahkan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan aparatur kewilayahan guna melakukan pendataan di lokasi kejadian. "Mengungsikan 9 Kepala Keluarga ke tempat yang lebih aman untuk sementara menghuni rumah sanak saudaranya," ucapnya.

Terpisah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandung melaporkan, pada saat ini wilayah Bandung maupun Jawa Barat berada pada periode musim hujan yang diprakirakan awal musim secara umum di bulan Oktober hingga November 2018.



Prakirawan BMKG Stasiun Bandung, Muhamad Iid Mujtahidin mengatakan dalam beberapa hari terakhir ini ada gangguan cuaca skala pendek berupa adanya siklon tropis Gaja di teluk Benggala dan siklom tropis Bouchra di Samudera Hindia. Akibat adanya gangguan ini, lanjut Iid, dalam beberapa hari ke belakang ada penurunan curah hujan. Hal itu dikarenakan massa udara berpindah ke wilayah yang ada gangguan siklon tropis tersebut.

Meski demikian, kata dia, potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi bilamana didukung oleh kondisi kelembapan yang cukup lembap. Selain itu adanya pemanasan lokal yang cukup kuat juga membentuk awan Cumulonimbus (Cb) yang bisa menjulang hingga di atas 10 kilometer di atas permukaam laut.

"Tapi tidak semua keberadaan awan Cumulonimbus tadi berpotensi menimbulkan angin puting beliung," jelasnya. (ain)