Hal itu ditampilkan Haris saat rekonstruksi pembunuhan digelar Polda Metro Jaya di lokasi kejadian, Rabu (22/11).
"Setelah membunuh pakai linggis, tersangka sempat termenung. Diam di depan televisi dekat dua korban yang udah meninggal," tutur Kapolres Bekasi Kombes Pol Indarto di lokasi kejadian, Jatirahayu, Bekasi, Rabu (22/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diperum lantas bertanya kepada Haris ingin menginap atau tidak. Secara tersirat, Diperum tidak ingin Haris menginap. Alasannya, karena kakak Diperum yakni Doglas yang merupakan pemili rumah, tidak suka jika Haris menginap.
Petugas berperan sebagai korban pembunuhan satu keluarga di Bekasi, di jalan Bojong Nangka 2, Pondok Melati, Bekasi, Rabu (21/11). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Setelah itu, timbul amarah dalam benak Haris. Dia lantas berpikir untuk membunuh Diperum dan Maya seketika setelah melihat linggis di dapur.
Tanpa tedeng aling-aling, Haris memukul Diperum yang tengah menonton televisi menggunakan linggis. Maya, yang tertidur di dekat Diperum, juga dibunuh menggunakan benda yang sama oleh Haris.
Tak lama, Sarah keluar dari kamarnya karena mendengar suara gaduh. Haris mengatakan kepada Sarah bahwa Maya sedang sakit dan meminta Sarah masuk kembali ke kamarnya.
Indarto tidak merinci berapa lama Haris termenung memikirkan apa yang baru saja dilakukannya. Dia mengatakan Haris terdiam hanya sejenak karena langsung terpikirkan Sarah yang baru saja melihat orang tuanya bersimbah darah.
Setelah itu, Haris menghampiri Kamar tidur sarah dan Arya yang tidur berdampingan. Haris memutuskan untuk membunuh keduanya dengan mencekik. Hal itu dilakukan Haris karena menganggap Sarah mengetahui bahwa orang tuanya telah dibunuh.
Petugas dari Polda Metro Jaya menerjunkan penyelam untuk mencari linggis yang digunakan tersangka HS untuk menghabisi satu keluarga di Bekasi, di sungai Kalimalang, (17/11). (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
Haris pergi menggunakan mobil Nissan X-Trail warna silver milik Doglas, kakak Diperum. Dia turut membawa linggis dan membuangnya di Kalimalang kawasan Cikarang.
"Habis itu tersangka ke klinik di sekitar Cikarang. Tangannya dijahit karena luka pas membunuh korban pakai linggis. Luka bukan karena ada perlawanan dari korban," ujar Indarto.
(bmw/arh)
Petugas berperan sebagai korban pembunuhan satu keluarga di Bekasi, di jalan Bojong Nangka 2, Pondok Melati, Bekasi, Rabu (21/11). (
Petugas dari Polda Metro Jaya menerjunkan penyelam untuk mencari linggis yang digunakan tersangka HS untuk menghabisi satu keluarga di Bekasi, di sungai Kalimalang, (17/11). (