Pembunuh Satu Keluarga Termenung Usai Habisi Dua Korban

CNN Indonesia | Rabu, 21/11/2018 17:15 WIB
Pembunuh Satu Keluarga Termenung Usai Habisi Dua Korban Tersangka HS melakukan rekonstruksi pembunuhan satu keluarga di TKP, di jalan Bojong Nangka 2, Pondok Melati, Bekasi, Rabu (21/11). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Bekasi, CNN Indonesia -- Tersangka pelaku pembunuhan satu keluarga di Jatirahayu, Pondok Melati, Bekasi, Haris Simamora (HS) sempat termenung beberapa menit usai membunuh Diperum Nainggolan dan Maya Ambarita dengan menggunakan linggis.

Hal itu ditampilkan Haris saat rekonstruksi pembunuhan digelar Polda Metro Jaya di lokasi kejadian, Rabu (22/11).

"Setelah membunuh pakai linggis, tersangka sempat termenung. Diam di depan televisi dekat dua korban yang udah meninggal," tutur Kapolres Bekasi Kombes Pol Indarto di lokasi kejadian, Jatirahayu, Bekasi, Rabu (22/11).


Mulanya, merujuk dari daftar reka adegan rekonstruksi, Haris tiba di rumah Diperum pada pukul 21.00 WIB, Senin malam (12/11). Haris kemudian berbincang dengan dua korban, Diperum dan Maya sambil menonton televisi bersama.

Diperum lantas bertanya kepada Haris ingin menginap atau tidak. Secara tersirat, Diperum tidak ingin Haris menginap. Alasannya, karena kakak Diperum yakni Doglas yang merupakan pemili rumah, tidak suka jika Haris menginap.

Maya Ambarita juga menunjukkan sikap serupa. Maya menjelaskan bahwa dirinya dan Diperum hanya menumpang di rumah milik Doglas.

Petugas berperan sebagai korban pembunuhan satu keluarga di Bekasi, di jalan Bojong Nangka 2, Pondok Melati, Bekasi, Rabu (21/11).Petugas berperan sebagai korban pembunuhan satu keluarga di Bekasi, di jalan Bojong Nangka 2, Pondok Melati, Bekasi, Rabu (21/11). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
"Kemudian Diperum Nainggolan berkata kepada tersangka Haris Simamora dengan bahasa Batak yang artinya 'kamu tidur di belakang saja. Kayak sampah kamu'," tutur Indarto

Setelah itu, timbul amarah dalam benak Haris. Dia lantas berpikir untuk membunuh Diperum dan Maya seketika setelah melihat linggis di dapur.

Tanpa tedeng aling-aling, Haris memukul Diperum yang tengah menonton televisi menggunakan linggis. Maya, yang tertidur di dekat Diperum, juga dibunuh menggunakan benda yang sama oleh Haris.

Tak lama, Sarah keluar dari kamarnya karena mendengar suara gaduh. Haris mengatakan kepada Sarah bahwa Maya sedang sakit dan meminta Sarah masuk kembali ke kamarnya.

"Kemudian tersangka Haris Simamora duduk di sofa panjang yang berada di depan televisi sambil berpikir mengapa melakukan itu semua," ucap Indarto.

Indarto tidak merinci berapa lama Haris termenung memikirkan apa yang baru saja dilakukannya. Dia mengatakan Haris terdiam hanya sejenak karena langsung terpikirkan Sarah yang baru saja melihat orang tuanya bersimbah darah.

Setelah itu, Haris menghampiri Kamar tidur sarah dan Arya yang tidur berdampingan. Haris memutuskan untuk membunuh keduanya dengan mencekik. Hal itu dilakukan Haris karena menganggap Sarah mengetahui bahwa orang tuanya telah dibunuh.

Petugas dari Polda Metro Jaya menerjunkan penyelam untuk mencari linggis yang digunakan tersangka HS untuk menghabisi satu keluarga di Bekasi, di sungai Kalimalang, (17/11).Petugas dari Polda Metro Jaya menerjunkan penyelam untuk mencari linggis yang digunakan tersangka HS untuk menghabisi satu keluarga di Bekasi, di sungai Kalimalang, (17/11). (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Usai membunuh kedua anak Diperum, Haris kembali duduk di sofa panjang di depan televisi dekat jasad Diperum dan Maya. Dia lalu mengambil uang Rp2 juta dan 4 ponsel merk samsung dari laci lemari.

Haris pergi menggunakan mobil Nissan X-Trail warna silver milik Doglas, kakak Diperum. Dia turut membawa linggis dan membuangnya di Kalimalang kawasan Cikarang.

"Habis itu tersangka ke klinik di sekitar Cikarang. Tangannya dijahit karena luka pas membunuh korban pakai linggis. Luka bukan karena ada perlawanan dari korban," ujar Indarto.


(bmw/arh)