Polisi Panggil Dahnil soal Dugaan Korupsi Apel Pemuda Islam

CNN Indonesia | Kamis, 22/11/2018 12:02 WIB
Polisi Panggil Dahnil soal Dugaan Korupsi Apel Pemuda Islam Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya berencana memanggil Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjutak terkait kasus dugaan penyimpangan anggaran kegiatan kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia yang dilaksanakan Kemenpora tahun anggaran 2017.

Dahnil yang juga menjabat sebagai Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu bakal dipanggil Jumat (23/11) besok sebagai saksi.

"Ada panggilan Ketua Pemuda Muhammadiyah Pak Danhil dan Ahmad Fanani Ketua Panitia Kegiatan Kemah Pemuda Islam," ujar Kasubdit Tipikor Ditkrimsus Polda Metro Jaya AKBP Bhakti Suhendarwan, Kamis (22/11).


Bhakti mengatakan Badan Pemeriksa Keuangan telah menyatakan ada potensi kerugian negara dalam kasus tersebut. Terkait jumlah, polisi masih menunggu audit lebih lanjut dari BPK.

"Cuma untuk total kerugian kita harus nunggu audit yang lebih detail lagi," ujarnya.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Adi Deriyan mengatakan kasus dugaan korupsi ini masih berstatus penyelidikan. Maka itu dia belum dapat menyampaikan siapa saja yang pihak yang terlibat dalam kasus tersebut.

Sebelumnya, pada Senin (19/11) Ditreskrimsus Polda Metro Jaya memanggil tiga saksi untuk diperiksa. Mereka adalah Ahmad Fanani selaku ketua kegiatan dari Pemuda Muhammadiyah, Abdul Latif dari Kemenpora, dan Safarudin selaku ketua kegiatan dari GP Ansor.

Dari tiga orang yang dipanggil hanya Fanani yang tidak memenuhi panggilan.

Kasus dugaan korupsi kegiatan kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia ditindaklanjuti setelah kepolisian menerima sejumlah laporan. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan kegiatan kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia berlangsung di Cibubur, Jakarta Timur. Acara tersebut diinisiasi oleh Kemenpora dan Pemuda Muhammadiyah.

"Ada beberapa laporan makanya Polda langsung membuat surat perintah penyelidikan," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Senin (19/11). (sah/wis)