Tapi, Siane tak menjelaskan secara rinci, kerugian-kerugian yang akan diterima Partai Demokrat dengan pernyataan Andi itu.
"Saya yakin Pak SBY bisa menyikapi hal semacam ini secara bijak. Karena hal ini justru akan kontraproduktif bagi partai Demokrat," kata Siane kepada CNNIndonesia.com, Jumat (22/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andi mengatakan sebagai penantang, Prabowo kerap mengkritisi keadaan. Dia mengutarakan hal tersebut berkenaan dengan pernyataan Prabowo yang merasa miris ketika ojek online menjadi bahan tertawaan berupa meme.
Lihat juga:Demokrat Bantah Tak Setuju Visi-Misi Prabowo |
"Silakan masyarakat bisa menilai sendiri sikap anggota partai koalisi yang seperti ini," ujarnya.
Siane mengatakan BPN Prabowo-Sandi bakal menyerahkan permasalahan tudingan Andi ini kepada Demokrat, yang juga masuk dalam Koalisi Adil dan Makmur. Menurut dia, pihaknya percaya Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bisa menertibkan perilaku Andi.
"Kami percaya Pak SBY. Enggak ada pengaruhnya bagi Pak Prabowo. Jadi enggak perlu ditanggapi serius karena ini masalah Partai Demokrat," kata dia.
Bukan sekali ini saja Andi 'menyerang' Prabowo. Sebelum pendaftaran pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden Agustus 2018 lalu, Andi menyebut Prabowo sebagai 'jenderal kardus'. Hal itu buntut dari dugaan mahar Rp500 miliar dari Sandiaga kepada PKS dan PAN.
Kemudian, Andi kembali menyentil Prabowo pada awal Oktober 2018 lalu. Saat itu Andi mengkritik cara berkampanye Ketua Umum Partai Gerindra itu.
Dilihat dari cara berkampanye, Andi menilai calon wakil presidenSandiaga Unoyang justru terlihat lebih ingin menjadi presiden ketimbang Prabowo.
"Ini otokritik: Kalau dilihat cara berkempanyenya sebetulnya yang mau jadi Presiden itu @sandiuno atau Pak Prabowo ya. Saya menangkap kesan Pak Prabowo agak kurang serius ini mau jadi Presiden," kicau @AndiArief_, Jumat (12/10).