Reuni Aksi 212, Polri Serahkan Pengamanan ke Polda Metro

CNN Indonesia | Senin, 26/11/2018 16:56 WIB
Reuni Aksi 212, Polri Serahkan Pengamanan ke Polda Metro Ilustrai. Polisi memastikan pengamanan Reuni Aksi 212 akan dilakukan dalam skala kecil. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho).
Jakarta, CNN Indonesia -- Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) enggan menanggapi secara lugas terkait pengamanan penyelenggaraan Reuni Aksi 212. Kegiatan tersebut rencananya digelar di Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat pada Minggu (2/12).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo meminta pertanyaan seputar pengamanan Reuni Aksi 212 ke Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya atau satuan kepolisian wilayah tingkat resor yang berada di bawahnya.

"Nanti tanya saja ke Polda Metro atau polres," kata Dedi saat ditemui di Menara 165, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan pada Senin (26/11).




Lebih dari itu, ia menyampaikan pengamanan terhadap aksi itu akan dilakukan secara kecil. Dia pun meminta rencana pengamanan yang akan dilakukan polisi tidak dibesar-besarkan.

"Pengamanan kecil itu, tidak usah digede-gedein," kata jenderal bintang satu itu.

Persaudaraan Alumni 212 berencana menghelat reuni akbar Aksi 212 di kawasan Monas pada 2 Desember besok. Reuni tersebut merupakan yang kedua setelah PA 212 menggelar acara serupa pada 2017 lalu.

"Insya Allah," kata Ketua PA 212 yang juga juru bicara FPI Slamet Maarif saat dikonfirmasi, Jumat (19/11).


Rencana reuni diperoleh berdasarkan dua foto berisi ajakan reuni akbar Aksi 212 yang diterima CNNIndonesia.com.

Pada foto pertama tertulis Reuni Akbar Mujahid 212 Monas 2 Desember 2018. Kemudian pada foto kedua, tertulis Reuni ke-2 Alumni 212 dan Deklarasi Akbar Relawan Prabowo-Sandi dari Seluruh Indonesia.

Aksi Damai Bela Islam 2 Desember (212) pertama kali dilaksanakan di kawasan Monas pada 2016 silam. Kala itu, massa yang hadir menuntut mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk bertanggungjawab terhadap pernyataannya yang dianggap menghina agama Islam.


Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan secara terpisah mengatakan pihaknya tidak melarang kegiatan apapun yang berlangsung di Monas termasuk reuni akbar 212 tersebut. Namun untuk izin penyelenggaraan acara, Anies menyebut hal itu tetap menjadi kewenangan polisi.

"Tidak ada larangan," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Senin (19/11). (ain)