Tim Prabowo Bantah Bikin 'Kartu Tanda Pendukung'

CNN Indonesia | Selasa, 27/11/2018 10:54 WIB
Tim Prabowo Bantah Bikin 'Kartu Tanda Pendukung' Sufmi Dasco Ahmad. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno membantah telah menggalang pembuatan Kartu Tanda Pendukung (KTP) Prabowo-Sandiaga.

Direktur Advokasi dan Hukum Direktur Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pihaknya akan menelusuri lebih lanjut terkait informasi tentang situs KTP Prabowo tersebut yang beralamat di ktpprabowo.com.

Dalam situs tersebut terlihat gambar Prabowo dengan hashtag #2019GANTIKTP. Ada pula Formulir KTP 'Kartu Tanda Pendukung-Prabowo'. Di formulir itu terdapat format lengkap blanko berisi nama lengkap, nomor e-KTP, alamat tinggal, nomor telepon dan alamat email.


Selain itu terdapat dua pertanyaan dengan kolom jawaban ya atau tidak. Pertanyaan pertama yaitu berisi soal kesediaan pengisi formulir untuk menjadi koordinator desa atau kelurahan dan menjadikan rumahnya sebagai posko pendaftaran relawan atau saksi di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Sementara pertanyaan kedua berkaitan dengan bersedia atau tidaknya untuk membiayai ongkos kirim kartu pada alamat yang dituju. Adapun di bagian paling bawah laman tersebut terdapat contoh KTP Prabowo. KTP tersebut menampilkan foto Prabowo di pojok kiri atas dan gambar Garuda di pojok kanan atas.

"Kami enggak tahu yang membikin itu siapa, kita sudah cek tidak ada baik dari tim resmi maupun teman-teman simpatisan atau relawan Prabowo, mungkin itu dibikin oleh orang-orang tertentu untuk maksud tertentu," ujar Dasco saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (27/11).

Wakil Ketua Umum Gerindra itu mengatakan pihaknya akan menelusuri lebih lanjut terkait informasi KTP tersebut. Jika memang pembuatan KTP itu dilakukan oleh simpatisan, pihaknya akan memintanya untuk menurunkan hal tersebut.

Namun tak menutup kemungkinan pihaknya akan melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian jika memang tidak terbukti KTP itu dilakukan oleh relawan.

"Kami akan lihat satu hari ini, kami akan tanyakan lagi kepada seluruh pendukung Prabowo-Sandi kalau ada kita minta diturunkan, kalau tidak ada, kami akan laporkan ke polisi," tutur Dasco.

Meski demikian, Dasco enggan menduga-duga jika hal tersebut berkaitan dengan kampanye hitam atau fitnah kepada Prabowo-Sandi. Dirinya enggan berkomentar lebih lanjut terkait hal tersebut.

"Nanti menduga-duga kita salah lagi, pokoknya faktanya gitu saja, begitu," katanya.
(gst/ugo)