Istilah 'partai pro penista agama' ini muncul saat Abraham Lunggana atau Lulung berpindah dari PPP dan maju sebagai caleg PAN. Perpindahan itu, disebut oleh Bendahara PAN DKI Jakarta, Bambang, sebagai hijrahnya Lulung dari 'partai pro penista agama' ke 'partai pro ulama'. Istilah 'partai pro penista agama' merujuk kepada partai-partai yang memberikan dukungannya untuk Ahok.
"Bahwa yang mendukung Ahok itu Djan Faridz, bukan PPP," ucap Baidowi melalui pesan singkat, Selasa (27/11) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baidowi menjelaskan bahwa PPP, yang diakui oleh Kemenkumham, mendukung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylvia Murni pada Pilgub DKI Jakarta. Karenanya, dia membantah pernyataan PAN yang menyebut PPP partai pendukung penista agama.
Sebelumnya, Bendahara DPW Partai Amanat Nasional (PAN) DKI Jakarta, Bambang, menyambut baik hijrahnya Lulung dari PPP. Bambang menganggap perpindahan itu dilakukan Lulung dari 'partai pro penista agama' ke 'partai pro ulama'.
"Ini merupakan hijarahnya aspirasi umat dari partai (pro) penista agama ke partai pro ulama dan pro rakyat," kata Bambang usai rapat paripurna pelantikan anggota PAW di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (27/11).
Kepindahan Lulung tersebut, kata Bambang, juga dimaknai untuk mewujudkan kepemimpinan yang berasal dari kalangan umat. Keberadaan Lulung di PAN, sambungnya, diharapkan bisa menjadikan PAN Jakarta menjadi rumah bagi umat Islam di Jakarta.
"Bersama haji Lulung ingin menjadi PAN Jakarta untuk menjadikan PAN rumah besar umat Islam Jakarta," ujar Bambang. (bmw/asr)