PA 212 Siapkan Pelatihan Relawan Prabowo di Buperta Cibubur

CNN Indonesia | Rabu, 28/11/2018 19:18 WIB
PA 212 Siapkan Pelatihan Relawan Prabowo di Buperta Cibubur Slamet Maarif membenarkan ada agenda pelatihan relawan Prabowo-Sandi pada acara Jambore Relawan 212. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif mengamini pihaknya berencana memberi pelatihan kepada relawan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam acara Jambore Relawan 212 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Pramuka, Cibubur, Jakarta.

"Iya," kata Slamet saat dikonfirmasi, Rabu (28/11).

Merujuk dari surat bernomor 007/DPP-PA212/Set/XII/2018 yang diterima CNNIndonesia.com, Panitia Jambore Relawan 212 berencana menghelat jambore di Buperta Cibubur Jakarta pada 30 November-1 Desember 2018. Surat itu ditujukan kepada Kapolri, Kapolda Metro Jaya, dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).




Dalam surat dinyatakan bahwa panitia berniat memberikan pelatihan kepada Relawan Prabowo-Sandi. Disebutkan pula bahwa kegiatan tersebut termasuk dalam program kerja PA 212.

Diketahui, pihak Buperta sudah menolak memberi izin atas kegiatan Jambore Relawan 212. Pertimbangannya yakni Buperta harus netral dan tidak berpihak kepada salah satu pasangan calon dalam Pilpres 2019. Buperta menolak memberi izin atas arahan dari pimpinan Kwartir Nasional Pramuka.



Mantan kepala Buperta Achmad Mardiyanto mengamini bahwa mulanya panitia meminta izin untuk menghelat acara jambore yang di dalamnya ada pelatihan relawan Prabowo-Sandi.

"Pengajuannya yang saya dengar dari pantia seperti itu di pemasaran dan di depan staf Buperta juga," kata Achmad.

Mulanya, Buperta memberi izin. Achmad mengatakan izin diberikan karena tidak ingin berprasangka buruk terhadap panitia jambore relawan 212. Tetapi kemudian, pimpinan Kwarnas meminta agar Buperta membatalkan izin yang telah diberikan kepada panitia jambore relawan 211.


"Tapi setelah dapat arahan dari pimpinan ya kami harus ikuti dong," kata Achmad.

"Maaf sebenarnya saya rasa masalah ini sudah selesai kan. Tanya ke pimpinan saja, jangan ke kami," selanya. (bmw/ain)