Polri Proses Dugaan Ujaran Kebencian oleh Habib Bahar Smith

CNN Indonesia | Kamis, 29/11/2018 14:52 WIB
Polri Proses Dugaan Ujaran Kebencian oleh Habib Bahar Smith Habib Bahar Bin Smith. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Habib Bahar bin Ali bin Smith dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan tindak pidana kejahatan terhadap penguasa dan hate speech. Laporan itu dibuat pada Rabu (29/11) malam. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya telah menerima laporan tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun, laporan dibuat oleh La Kamarudin yang merupakan Sekretaris Jenderal Jokowi Mania. 
"Sudah diterima oleh Bareskrim," ujar Dedi, Kamis (29/11).

Habib Bahar Smith melontarkan pernyataan soal Jokowi dan tersebar di media sosial dalam bentuk video. Dalam video yang berdurasi 60 detik itu, Habib Smith menyebut Jokowi sebagai pengkhianat negara dan rakyat. Ia juga menyebut Jokowi sebagai seorang banci dan menyerukan untuk membuka celananya.


Laporan terhadap Habib Bahar Smith itu diterima dengan nomor : LP/B/1551/XI/2018/Bareskrim tanggal 28 November 2018.

Dedi mengatakan dengan diterimanya LP tersebut maka Bareskrim akan mengirimkannya ke Direktorat Tindak Pidana Siber untuk dilakukannya assessment terhadap laporan tersebut. 
Meski demikian, Dedi belum dapat menyampaikan perkembangan laporan tersebut secara rinci. Hal itu karena laporan baru saja dilakukan. 

"Jadi belum ada perkembangan karena baru kemarin laporan kan. Nanti di assessment terkait laporan tersebut," tuturnya. 

Dalam laporan di Bareskrim itu, Habib Bahar Smith dilaporkan dengan dugaan tindak pidana kejahatan terhadap penguasa umum, kejahatan tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis, ujaran kebencian atau hate speech, UU Nomor 1 tahun 1946 tentang KUHP, UU Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE, Pasal 207 KUHP, Pasal 16 Jo Pasal 4 huruf b angka 1, Pasal 45A ayat 2 Jo Pasal 28 ayat 2.

Sebelum dilaporkan ke Bareskrim, Habib Bahar Smith juga dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Ketua Jokowi Mania, Rahmat terkait dugaan penghinaan terhadap simbol negara. 

Namun laporan tersebut justru ditolak oleh Polda Metro Jaya. 

Salah satu pelapor bernama Muannas Alaidid, Ketua Umum Cyber Indonesia yang juga caleg PSI itu pun melaporkan Habib Bahar Smith ke Polda Metro Jaya. Laporan yang dilayangkan itu diterima oleh Polda Metro Jaya. 

Salah satu kalimat yang dipersoalkan Muannas hingga berujung laporan adalah ucapan Habib Bahar Smith yang berbunyi "Kalau kamu ketemu Jokowi, kamu buka celananya itu, jangan-jangan haid Jokowi itu, kayaknya banci itu."

"Ucapan Bahar mengerikan sekali kepada kepala negara, kita harus lihat Pak Jokowi sebagai Presiden, Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan jangan hanya pribadi. Ini bukan kritik atau ceramah yang beradab, jika mau protes silakan tapi jangan melecehkan seperti itu," ujar Muannas melalui keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com

Laporan Muannas pun diterima dengan Nomor LP/6519/XI/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 28 November 2018. (gst/dea)