Sandiaga Harap Jokowi dan Prabowo Berpelukan di Reuni 212

CNN Indonesia | Jumat, 30/11/2018 15:42 WIB
Sandiaga Harap Jokowi dan Prabowo Berpelukan di Reuni 212 Calon Presiden Joko Widodo dan capres Prabowo Subianto. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon wakil presiden dari pasangan calon nomor urut 02, Sandiaga Uno belum bisa memastikan hadir dalam acara reuni aksi 212. Sandi mengaku akan mengecek jadwal kegiatan yang akan dilakukannya pada Minggu (2/12) terlebih dahulu.
Hal ini diungkapkan Sandiaga di sela kunjungannya ke sejumlah wilayah di Jakarta Barat, Jumat (30/11).

"Sore ini akan dipastikan jadwal saya dan Pak Prabowo karena yang menentukan jadwal dari badan pemenangan," kata Sandiaga.

Meskipun belum pasti akan hadir, namun Sandiaga berharap reuni aksi 212 menjadi ajang silaturahmi.
Lebih jauh Sandiaga juga berharap kedua calon presiden, Joko Widodo dan Prabowo Subianto, bisa bertemu jika hadir dalam acara tersebut dan bisa saling berpelukan seperti ketika menghadiri Asian Games di ajang pencak silat. Sehingga memberikan pesan kedamaian untuk seluruh masyarakat.


"Tentunya ini alangkah baiknya kalau mereka berpelukan di atas panggung dalam satu balutan zikir, seperti kayak waktu pencak silat kemarin. Saya mendoakan agar terjadi seperti itu," kata Sandiaga.

Sementara itu, sebelumnya Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin menyebut pihaknya belum mendapatkan surat undangan yang ditujukan kepada Presiden Jokowi untuk menghadiri Reuni Akbar Mujahid 212.

"Pertama, saya belum update informasi apakah memang diundang, soal keputusan dateng atau tidak tergantung temen-temen di setneg (sekretaris negara)," ujar Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'aruf Abdul Kadir Karding kepada CNNIndonesia.com, Kamis (29/11).

Karding mengatakan, terkait keputusan Presiden Jokowi datang atau tidak ke acara Reuni Akbar Mujahid 212 bergantung pada staf Sekretariat Negara, apakah diundang sebagai presiden bukan sebagai capres.

Senada dengan Karding, Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto mengatakan belum mendapatkan surat undangan dari PA 212. Namun demikian, Hasto berharap reuni yang diselenggarakan PA 212 tidak dijadikan sebagai kampanye terselubung.


Reuni aksi 212 akan dilaksanakan hari Minggu esok di lapangan Monumen Nasional, Jakarta Pusat. Acara akan dimulai sejak Pukul 03.00 hingga 12.00 WIB.

Diawali dengan salat tahajud bersama, dilanjutkan dengan salat subuh berjamaah. Kemudian zikir, istighosah kubro, mendengarkan tausiah agama.
Selain itu akan ada selebrasi bendera tauhid warna warni dan bendera merah putih. Kemudian penghargaan untuk generasi muda prestatif "Tauhid Milenia Award 212".

Untuk hiburan akan ada penampilan dari seni musik nasyid, hadroh, drumband dan rampak perkusi. (fhr/dea)