Aher Tak Masalah Kader Serukan Ganti Presiden di Reuni 212

CNN Indonesia | Selasa, 04/12/2018 00:08 WIB
Aher Tak Masalah Kader Serukan Ganti Presiden di Reuni 212 Partai Demokrat Agus Hermanto, di Jakarta, 9 Juli. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto alias Aher membantah dugaan unsur kampanye di reuni 212, Minggu (2/12). Agus menegaskan kehadiran calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dalam acara tersebut tak melanggar peraturan KPU.

"Sudah disampaikan panwas [panitia pengawas], kehadiran Prabowo tidak melanggar karena memang tidak melakukan kampanye, datang bukan untuk acara kampanye, dan tidak ada unsur kampanye," ujar Agus.

Prabowo Subianto memang diundang sebagai tamu kehormatan reuni 212. Dirinya tiba sekitar pukul 07.40 WIB dan sempat memberikan sekapur sirih di hadapan massa reuni 212.


Dalam pidato singkatnya tersebut, ia mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan menolak membicarakan politik di acara itu. Meski demikian, teriakan nama calon presiden nomor 02 tersebut santer terdengar di acara tersebut. Bahkan, lagu 2019 ganti presiden juga turut bergema.

Terkait hal ini, Agus masih belum mampu memastikan dampak kehadiran Prabowo terhadap popularitasnya di Pilpres 2019 mendatang.

"Tentu dampaknya baru akan terlihat nanti setelah ini, masa mau kira-kira? Tapi yang lebih penting ini bukan pelanggaran," ucap dia, yang juga merupakan Wakil Ketua DPR itu.

Saat ditanya soal unggahan berupa video seruan dukungan ganti presiden yang dilakukan oleh Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean di ajang reuni 212 itu, Agus enggan membahasnya.

"Siapa saja kan boleh datang. Datang tentunya tidak ada larangan karena kumpul-kumpul kemarin sudah dilaksanakan berdasarkan aturan. Yang jelas kita memberikan kebebasan bagi peserta pemilu atau siapa saja untuk hadir. Rasanya kalau tidak melanggar, tidak masalah," kilah dia.


Sebelumnya, Ferdinand mengunggah video yang memperlihatkan dirinya di tengah kerumunan aksi tersebut.

"Jangan lupa 2019 ganti Presiden," kata dia dalam akun @Ferdinand_Haean.

(dna/arh)