Gerindra: Khotbah Rizieq Tak Ditujukan ke Capres Tertentu

CNN Indonesia | Senin, 03/12/2018 18:57 WIB
Partai Gerindra menyebut ceramah Rizieq Shihab soal ganti presiden di reuni 212 bukanlah bentuk kampanye dan lebih merupakan seruan moral serta aspirasi warga. Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (13/11). (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menilai ceramah imam besar FPI Rizieq Shihab soal ganti presiden pada ajang reuni 212, Minggu (2/12), bukanlah bentuk kampanye dan tak ditujukan ke calon presiden (capres) tertentu.

"Jadi saya kira itu bagian dari sesuatu yang umum, yang netral yang tidak ditujukkan kepada siapapun," kata Muzani di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (3/12).

"Saya kira tidak dimaksudkan kepada capres tertentu, karena Habib Rizieq menyampaikan itu bagian dari tausiahnya beliau sebagai seorang yang merasa sebagai juru dakwah," Muzani menambahkan.


Muzani menganggap ceramah Rizieq hanya merupakan dakwah agar umat menjaga keyakinan dan keimanan.

"Karena itu bagian dari upaya penegakkan moral sebagai seorang pemimpin dan pejabat publik," ucap dia.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyebut pernyataan Rizieq termasuk soal ganti presiden di 2019 hanya sebatas penyampaian aspirasi.

"Masalahnya dimana? Karena itu sangat konstitusional. Itu aspirasi, tiap orang berhak nyampaikan sikap dan pandangannya apalagi tokoh seperti Habib Rizieq," kata Fadli terpisah.

Sebelumnya, Rizieq menyampaikan ceramah jarak jauh dari Arab Saudi yang disiarkan di ajang reuni 212. Saat itu, ia menyatakan haram memilih capres dan caleg yang berasal dari partai penista agama.

Selain itu, dia juga menyinggung soal utang dan ekonomi riba, kebohongan yang dibiarkan hingga kemaksiatan. Oleh karena itu, Rizieq meminta umat Islam meneruskan amanat perjuangan dalam Pilpres dan Pileg pada 2019.

"Bahwasanya di Pilpres haram memilih capres dan caleg yang diusung partai yang diusung partai penista agama," kata Rizieq dalam rekaman tersebut, Minggu (2/12).

(swo/arh)