Wabendum PPP Mengaku Terima Uang untuk Umrah Parmusi

CNN Indonesia | Selasa, 04/12/2018 04:40 WIB
Wabendum PPP Mengaku Terima Uang untuk Umrah Parmusi Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi). (Foto: CNN Indonesia/Resty Armenia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Bendahara Umum (Wabendum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Puji Suhartono, mengakui menerima uang dari Yaya Purnomo, mantan pegawai di Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, sejumlah Rp200 juta.

Dari jumlah itu, kata Puji, sebesar Rp100 juta diberikan kepada anggota Komisi IX DPR dari PPP, Irgan Chairul Mahfiz.

Menurut Puji uang itu untuk kepentingan umrah teman-teman di Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi).


"Waktu itu Pak Irgan sampaikan, bisa enggak bantu teman-teman untuk umroh. Jadi saya sampaikan ke Pak Yaya. Kemudian, Pak Yaya akhirnya bisa bantu," kata Puji saat bersaksi untuk terdakwa Yaya, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (3/12).


Puji mengaku juga menjabat sebagai wabendum Parmusi. Puji mengatakan sebagai wabendum, dirinya diminta membantu untuk pembiayaan umrah. Namun, Puji tak mengetahui pasti jumlah peserta umrah yang berangkat pada awal tahun ini.

"Jadi ini untuk organisasi ini, untuk pemberangkatan teman-teman Parmusi ini umrah," ujarnya.

Namun, Puji membantah keterkaitan uang itu dengan perkara korupsi yang melibatkan Yaya.

Selain itu, Puji juga mengakui menerima Rp 500 juta dari Yaya. Uang itu, kata Puji merupakan pembayaran Yaya atas bantuannya menyelesaikan tugas kuliah.

"Iya, tapi untuk pembuatan kuisioner," kata Puji.


Puji mengaku satu kampus dengan Yaya saat mengambil program doktoral di Universitas Padjadjaran tahun 2016. Puji menyebut juga kuliah bareng bersama Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romi.

Irgan Membenarkan

Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PPP, Irgan Chairul Mahfiz, membenarkan kesaksian Puji. Irgan mengatakan menerima uang Rp100 juta dari Puji untuk kepentingan umrah teman-teman di Parmusi.

"Iya dari Pak Puji. Saya minta bantuan untuk umrah, dan dia mau bantu untuk teman-teman Parmusi," kata Irgan yang juga menjadi saksi.


Irgan beralasan meminta bantuan kepada Puji lantaran menjabat sebagai wabendum Parmusi dan PPP. Menurutnya Puji salah satu donatur yang sering membantu keuangan organisasi. Puji juga seorang pengusaha denngan bendera PT Dewata Insan Lestari Indotama.

"Dia (Puji) donatur, sering bantu-bantu kita. Dia sudah janji," tuturnya.

Namun, Irgan membantah uang Rp100 juta dari Puji itu terkait pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Labuhanbatu Utara, untuk pembangunan RSUD Aek Kanopan. Irgan mengaku tak mengetahui soal DAK tersebut.

"Saya lupa juga tapi. Apa masalahnya Labuhanbatu Utara, saya juga lupa. Karena kan kita (dengan Puji) biasa ketemu," kata dia.

(fra/agr)