WN Australia di Asrama Papua Disebut Pegang Visa Wisata

CNN Indonesia | Selasa, 04/12/2018 09:54 WIB
WN Australia di Asrama Papua Disebut Pegang Visa Wisata Pengacara pendamping Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Veronica Koman, di SUrabaya, Senin (3/12). (CNNIndonesia/Farid)
Surabaya, CNN Indonesia -- Kepala Seksi Penindakan Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Surabaya, Mangatur Simanjuntak, menyebut tengah memeriksa warga Negara (WN) Australia yang ditahan kepolisian saat penangkapan seisi Asrama Mahasiswa Papua, Minggu (2/12) dini hari, Ronda Amy Harman. Ia disebut memegang fasilitas bebas visa untuk berwisata.

"Sementara masih dalam pemeriksaan kita, masih belum bisa memberikan hasil," kata dia, Senin (3/12).

Mangatur belum bisa memastikan keterkaitan antara keberadaan Ronda di Asrama Mahasiswa Papua, di Kalasan, Tambaksari, Surabaya, dengan aksi peringatan Hari jadi Papua Barat ke 57, Sabtu (1/12).


"Belum ada kepastian untuk kegiatan yang bersangkutan, yang kita temukan di Asrama Mahasiswa Papua," ujar Mangatur.

Dalam kunjungannya ke Indonesia, Ronda diketahui menggunakan visa berjenis Bebas Visa Kunjungan Wisata (BVKW). Ronda pun disebutnya kooperatif saat menjalani pemeriksaan.

"Visa-nya BVKW, visa untuk liburan," ucapnya.

"Semuanya kita masih gunakan asas praduga tak bersalah, beliunya juga masih kooperatif," kata dia.

Sementara itu, pengacara pendamping Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Veronica Koman memastikan bahwa Ronda kini sedang ditangani keimigrasian. Namun, Veronica tak diizinkan pihak imigrasi untuk bertemu dengan WN Australia tersebut.

"Ketika saya cek ke imigrasi, katanya, katanya dia tidak ditahan dan ditempatkan di hotel, tapi saya tidak diizinkan bertemu," kata dia.

Berdasarkan keterangan Veronica, Ronda diketahui adalah teman dari salah satu penghuni Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya. Tujuan kedatangannya ke Surabaya juga dalam rangka berlibur saja.

"Dia mengunjungi teman dan beberapa kawan lain, dan juga dia akan mengunjungi Bali untuk berlibur, tak ada hubungannya dengan aksi," kata Veronica.

Baginya, penangkapan Ronda ini justru semakin menambah panjang deretan perlakuan negara yang mendiskriminasi WNA hanya karena memiliki urusan dengan orang Papua.

"Setelah saya tanya alasan diamankannya, imigrasi bilang dia ini diamankan karena berada di tempat yang bermasalah, jadi menurut petugas asrama itu bermasalah," kata dia sembari tertawa.

(frd/arh)