Kiki menilai kelompok tersebut tidak lagi menyerang secara perorangan tetapi sudah mengganggu keamanan negara.
Kiki menyarankan keterlibatan Polri dalam penanganan kasus tersebut hanya sebatas penegakan hukum. Kata dia, operasi TNI yang dapat dilakukan juga berdasarkan Hukum Humaniter dan Azas Operasi Lawan Gerilya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penanganan terhadap GSB-OPM sepatutnya diserahkan kepada TNI sebagai pengendali utama, dibantu Polri dalam hal penegakan hukumnya," ujar Kiki saat konferensi pers di Gedung PPAD, Jakarta Timur, Jumat (7/12).
Lihat juga:'Propaganda' NKRI di Bumi Cenderawasih |
"Sudah lebih tinggi dari terorisme, maka sudah pantas diselesaikan secara militer. Contoh Inggris dalam menangani pemberontakan di Irlandia Utara, militer yang dikedepankan bukan polisi," tuturnya.
Selain itu, Kiki meminta supaya pemerintah mendayagunakan Satuan Zeni TNI dalam melanjutkan pembangunan infrastruktur di daerah yang dinilai rawan gangguan GSB-OPM.
Penembakan terhadap puluhan pekerja proyek Istaka Karya terjadi pada Minggu (2/12) sekitar pukul 15.30 WIT. Aksi itu dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kali Yigi Aura Distrik Yigi Kabupaten Nduga.
(gst/dea)