FOTO : Pawai Akbar Dukung RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

Adhi Wicaksono, CNN Indonesia | Sabtu, 08/12/2018 15:46 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Ratusan aktivis baik perempuan dan laki-laki menggelar longmarch untuk memaksa DPR segera membahas RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.

Gabungan aktivis mengikuti Pawai akbar untuk pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) penghapusan kekerasan seksual. Pawai berlangsung dari Sarinah menuju Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Taman Aspirasi. Jakarta, Sabtu (8/12). (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Berdasarkan catatan tahunan Komisi Nasional Antikekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan meningkat 25% dari 259.150 kasus pada 2016 menjadi 348.446 kasus pada 2017. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
RUU Penghapusan Kekerasan Seksual berjalan lambat dan terancam gagal karena masa kerja anggota DPR periode 2014-2019 akan segera berakhir. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
RUU penghapusan kekerasan seksual telah masuk dalam daftar program legislasi nasional (prolegnas) sejak 2016, kemudian menjadi prolegnas prioritas pada 2017 dan 2018. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Hanya saja, sampai saat ini DPR tak kunjung membahas RUU tersebut. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
banyak sekali kasus kekerasan seksual yang dialami masyarakat, khususnya perempuan, karena mereka tidak dikenali Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).(CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Aksi ini dimulai pukul 08.00 WIB, selain longmarch, para pembicara juga berorasi di atas panggung menyuarakan percepatan pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Pawai akbar ini tidak hanya diikuti perempuan, tapi juga peserta laki-laki. Selain membubuhkan tanda-tangan dukungan, mereka juga membunyikan kentongan dan peluit sebagai tanda Indonesia darurat kekerasan seksual. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Para peserta aksi berpendapat, lambatnya pengesahan RUU PK-S ini menunjukkan DPR dan pemerintah tak berani bersuara terhadap kasus kekerasan seksual. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Kehadiran RUU PK-S sendiri mendapat sorotan dalam beberapa pekan terakhir setelah kemunculan kasus Baiq Nuril. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)