Jokowi Tak Pernah Larang Anak dan Menantunya Berpolitik

CNN Indonesia | Sabtu, 08/12/2018 18:49 WIB
Jokowi Tak Pernah Larang Anak dan Menantunya Berpolitik Presiden Joko Widodo bersama keluarga. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo mengatakan tidak pernah melarang anak-anaknya untuk terjun ke dunia politik. Dia membebaskan anak-anaknya dalam memutuskan akan berpolitik praktis atau tidak.

Ketiga anaknya, Gibran Rakabuming, Kahiyang Ayu, dan Kaesang Pangarep, sedari kecil sudah dibebaskan memilih dan bertanggung jawab.

"Tidak-tidak (melarang berpolitik). Sejak kecil mereka sudah diberi kebebasan untuk menentukan pilihan. Prinsip-prinsip mereka sudah tahu semua. Apa yang boleh dan tidak boleh," kata Jokowi kepada wartawan di Grand Garden Cafe, Kebun Raya Bogor, Sabtu (8/12).


Jokowi mengaku telah mengamati kedua anak laki-lakinya serta menantunya, Bobby Nasution, ketika berbincang-bincang politik. Menurutnya, Gibran dan Kaesang hingga saat ini masih belum tertarik dunia politik.
Kedua anak lelakinya itu, kata Jokowi, saat ini masih tertarik dalam dunia usaha.

"Saya lihat feeling politik sudah mulai masuk itu Bobby. Dikit-dikit sudah. Lebih ada keinginan. Bicara politik juga sudah ada. Yang lain belum," kata mantan Wali Kota Solo ini.

Bobby hanya tertawa ketika dikonfirmasi mengenai niatan menjadi politikus. Ia menyatakan saat ini juga masih tertarik berwirausaha. Bobby membuka beberapa usaha seperti kedai kopi.

"Masih di dunia usaha dulu. Lebih fokus di dunia usaha dulu," kata Bobby.

Sementara putra pertama Jokowi, Gibran Rakabuming Raka mengatakan untuk terjun ke politik diperlukan persiapan matang.

"Jadi untuk anak-anak muda, tidak boleh ada yang apatis.Berpolitiklah ketika Anda sudah mapan secara mental dan ekonomi," kata Gibran

Menurutnya, saat ini ia telah mengikuti langkah ayahnya dengan menjadi pengusaha. Sebelum menjadi tokoh dalam perpolitikan, Jokowi memang seorang pengusaha, kemudian menjadi Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, dan terpilih sebagai Presiden Indonesia.

Gibran berpendapat karier politik juga harus dibangun dari paling bawah hingga tingkat paling tinggi.

"Dimulai dari bawah dulu, bupati, wali kota, gubernur, baru. Ada jenjang kariernya. Namanya transisi dari pengusaha ke politikuskan ada masa transisinya. Makanya harus mulai dari yang paling bawah dulu," tuturnya.

Sebagai pengusaha, Gibran sudah mengenal dan menerapkan sistem Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) terutama kepada masyarakat bawah.

Namun, Ia berpandangan sebesar apapun CSR yang disiapkan tidak akan pernah menyentuh seluruh masyarakat yang membutuhkan.

"Kalau ingin menyentuh banyak orang harus terjun ke dunia politik. Kebijakan yang pro rakyat sehingga bisa menyentuh banyak orang. Karena pengusaha sukses itu harus ada pengembalian ke masyarakat. Ada yang namanya pengabdian ke negara," tutur Gibran.

Kata Gibran, seorang pengusaha bisa jadi politikus tapi politikus belum tentu bisa jadi pengusaha.
(ugo/ugo)