Insiden Penembakan Dinilai Tak Pengaruhi Kampanye Jokowi

CNN Indonesia | Sabtu, 08/12/2018 04:33 WIB
Insiden Penembakan Dinilai Tak Pengaruhi Kampanye Jokowi Ketua Tim kampanye Nasional jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir bersama Jokowi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir mengklaim insiden penembakan pekerja PT Istaka Karya di Kabupaten Nduga, Papua, tidak akan berpengaruh pada kampanye pasangan calon nomor urut 01 itu. Erick mengklaim Jokowi selama ini telah berupaya maksimal untuk terus membangun Papua.

"Saya rasa apa pengaruhnya? Beliau (Jokowi) selama ini fokus bangun Papua. Panglima, kepolisian, akan tindak tegas yang ingin menghancurkan," ujar Erick di kantor wakil presiden Jakarta, Jumat (7/12).

Menurutnya, TNI dan kepolisian telah bertindak tegas terhadap pada pelaku penembakan. Erick pun meminta pada semua pihak agar tak terpancing insiden tersebut.


"Sudah selayaknya, ya ditindaklanjuti, dan saya rasa TNI kita bagus, ya Polri kita bagus," katanya.

Pekerja proyek jembatan di jalur Trans-Papua tewas dibunuh KKB. TNI menyatakan korban tewas sebanyak 16 orang. Para pekerja itu diserang ketika membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga. Seluruh korban tewas tersebut telah berhasil diidentifikasi dan dilakukan otopsi di RS Charitas, Timika, Papua usai dilakukan evakuasi sejak Selasa (3/12) hingga Jumat (7/12).

Tak Maksimal di Media Sosial

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo -Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding mengakui bahwa pihaknya belum maksimal memanfaatkan media sosial untuk melakukan kampanye Pilpres.

Ia menyatakan bahwa kekuatan media sosial milik pasangan Jokowi masih tersebar dan belum satu 'orkestra' dengan baik.

"Seluruh kekuatan besar media sosial pak jokowi ini kan menyebar. Cuma selama ini kelemahannya itu belum terorkestra secara apik. Ini sedang di konsolidasikan," kata Karding di Grand Sahid Hotel, Jakarta, Jumat (7/12).

Politisi PKB itu mengaku tak khawatir apabila kekuatan kampanye di medsos milik Jokowi-Ma'ruf Amin kalah saing ketimbang kubu Prabowo-Sandiaga.
Sebab, ia mengaku masih memiliki waktu empat bulan ke depan bagi TKN untuk mengonsolidasikan media sosial agar lebih optimal.

"Itu tadi saya katakan seluruh kekuatan-kekuatan dan potensi apa tuh potensi medsos kita sedang kita konsolidasi misalnya ini jumlahnya banyak tapi main tagar sendiri-sendiri ya itu juga menjadi bagian," kata dia.

Karding menegaskan ke depannya timses Jokowi-Ma'ruf lebih mengedepankan narasi yang kreatif dan berbasis data dalam kampanye di medsos.

Menurut Karding, pasangan Jokowi-Ma'ruf bakal menguasai media sosial dengan lasukan yang lebih besar ketimbang Prabowo-Sandiaga.

"Karena yang main medsos hampir semua sekarang. 100 juta lebih orang Indonesia itu menggunakan dan mengakses internet. Otomatis pemilih handphone yang ada di seluruh Indonesia cukup besar," katanya

Berkaitan dengan kampanye Jokowi-Ma'ruf, Ridwansyah Yusuf, seorang perwakilan dari relawan Jokma (Jokowi-Ma'ruf) Jawa Barat menyarankan agar Ma'ruf membuat terobosan baru dalam memperkenalkan diri kepada masyarakat, khususnya di kalangan muda-mudi atau yang sekarang lebih dikenal dengan istilah millenial.

Hal ini disampaikan Ridwansyah saat menyambangi kediaman Ma'ruf di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (7/12).

Menurut Yusuf untuk menarik simpati kalangan millenial, khususnya yang tinggal di kota, tidak cukup jika hanya menampilkan wajah atau sosok. Tetapi perlu menjabarkan secara detil mengenai program-program yang akan dijalankan jika menang nanti.

"Kalau (warga) di kota kita pakai subtansi abah. Jadi abah, segala macam ide butuh dimunculkan. Misal bikin bilboard kita munculkan idenya," kata Ridwansyah.

Selama ini, menurut Ridwansyah, para calon yang bersaing di pemilu kurang eksploratif terkait hal ini, karena itu hingga saat ini tampilan wajah masih marak dimunculkan dalam berbagai spanduk dan poster. Termasuk kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
(psp/ugo)