Jokowi: Kita Butuh Kritik Berbasis Data, Bukan Kebohongan

CNN Indonesia | Senin, 10/12/2018 13:18 WIB
Jokowi: Kita Butuh Kritik Berbasis Data, Bukan Kebohongan Presiden Jokowi menegaskan pemerintah membutuhkan kritik yang berbasis data, bukan pembodohan atau kebohongan. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo menyatakan pemerintah terbuka terhadap kritik. Menurutnya, kritik diperlukan sebab masih banyak yang kurang dari pemerintahan dan kebijakan selama empat tahun terakhir.

Jokowi mengingatkan bahwa kritik harus disampaikan dengan tepat dan memiliki dasar. Penyampaian dan dasar yang benar diyakini membuat pemerintah berjalan lebih baik di masa mendatang.

"Kalau mau Indonesia baik, kalau mau hidup maju kita membutuhkan kritik-kritik yang berbasis data. Tapi bukan pembodohan atau kebohongan, bukan narasi yang menebar pesimisme, narasi yang menakut-nakuti," kata Jokowi di Istana Negara, Senin (10/12).


Jokowi menyampaikan itu di hadapan ratusan anggota hubungan masyarakat (Humas) sejumlah badan dan lembaga dalam Konvensi Nasional Humas 4.0.

Menurut Jokowi Humas berperan penting dalam membangun kepercayaan masyarakat dan reputasi Indonesia. Sebab, Humas bertugas memberitahukan kebijakan serta kinerja badan dan lembaganya kepada masyarakat.

"Bagi bapak ibu humas pemerintahan, ya sama. Berkewajiban membangun reputasi pemerintah, membangun trust masyarakat kepada pemerintah. Tanpa memberitakan keburukan siapapun. Apalagi, menebarkan hoaks, fitnah, ujaran kebencian," ucap mantan Wali Kota Jakarta ini.

Jokowi pun menyambut baik Konvensi Nasional Humas tahun ini mengangkat tema #IndonesiaBicaraBaik. Menurutnya, hal itu sejalan dengan ajakannya kepada masyarakat hijrah dari semangat negatif ke positif, dari kemarahan kepada kesabaran, dan dari ketertinggalan menuju kemajuan.

Menurutnya, hal itu diperlukan sebab saat ini masyarakat benar-benar dapat memperoleh banyak informasi bebas dan tak jarang yang bohong atau fitnah.

"Oleh sebab itu ada kita bersama-sama tetap terus menebarkan optimisme terus bicara narasi-narasi yang mencerdaskan bangsa, narasi yang saling menginspirasi, saling berkolaborasi sehingga reputasi semakin terhormat, semakin bermartabat," tutur mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

(chri/wis)