Airlangga Sebut Tak Ada Alasan Golkar Tak Dukung Jokowi

CNN Indonesia | Senin, 10/12/2018 23:06 WIB
Airlangga Sebut Tak Ada Alasan Golkar Tak Dukung Jokowi Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto meminta kader Golkar kerja keras memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto mengklaim kepemimpinan Presiden Joko Widodo berhasil menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di Indonesia. Airlangga menyebut, tak ada alasan bagi Partai Golkar untuk tidak mengusung Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

"Kader Partai Golkar harus bekerja keras untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf pada Pilpres 2019," kata Airlangga dalam pembukaan Rapimda Golkar Sumut III dan Rakornis Bappilu di Kantor DPD Golkar Sumut, Jalan Wahid Hasyim, Medan, Senin (10/12).

Airlangga mengatakan alasan untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf karena hingga Februari 2018, angka kemiskinan di Indonesia turun menjadi 9,84 persen. Menurutnya, ini adalah kali pertama pemerintah bisa menekan angka kemiskinan di bawah 10 persen. Angka pengangguran juga turun hingga berada di posisi 5,3 persen.


Airlangga merinci, kesuksesan dalam pembangunan infrastruktur dimulai dari jalur kereta api yang kini diaktifkan kembali mencapai 754 kilometer, jalan dan jembatan sepanjang 3.433 kilometer, hingga pembangunan jalan tol.

"Mendekati 941 Km. Belum lagi 10 bandara baru dan 408 bandara yang dalam tahap pengembangan, serta 19 pelabuhan baru yang dibangun," ungkapnya.

Tak hanya itu, lanjut Airlangga, pembangunan ekonomi nasional saat ini 5 persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi dunia 3 persen. Artinya, Indonesia menjadi salah satu negara G20 yang pertumbuhan ekonominya stabil.



Sementara itu, Anggota Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Bidang Media dan Opini DPP Golkar Meutya Hafid menambahkan Golkar memasang target 60 persen suara yang akan didapat dari Sumut untuk Jokowi-Ma'ruf. Target ini akan diraih bersamaan dengan target kemenangan pada Pemilu Legislatif di Sumut.

"Memang pak Jokowi belum menyebutkan target di Sumatera Utara, namun di angka 60 persen suara di Sumut dapat diraih," ujarnya. (fnr/ain)