Ganjar Siap Hadapi Markas Prabowo-Sandi di Jateng

CNN Indonesia | Selasa, 11/12/2018 14:11 WIB
Ganjar Siap Hadapi Markas Prabowo-Sandi di Jateng Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan jajarannya sudah memiliki cara untuk menghadapi pemindahan markas perjuangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ke Jawa Tengah.

"Ada (langkah counter). Rahasia karena kalau semua diomongin ketahuan," kata Ganjar di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (11/12).

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memindahkan posko pemenangannya ke Jawa Tengah untuk memecah suara PDIP. Juru Bicara BPN Ferdinand Hutahaean menganggap PDIP dan calon presiden nomor Urut 01 Joko Widodo adalah satu kesatuan. Alhasil dengan memecah suara PDIP di sana akan terus menggerus elektabilitas Jokowi di Pemilihan Presiden 2019.


Ganjar yang merupakan kader PDIP mengatakan tak ada larangan untuk Prabowo-Sandiaga memindahkan markas perjuangan ke daerah yang selama ini dikuasai Jokowi.

Dalam Pemilihan Umum (Pilpres) 2014, PDIP mendominasi perolehan suara di Jateng. partai berlambang banteng moncong putih itu meraih 4.295.598 suara. Sedangkan di Pilpres, pasangan Jokowi-Jusuf Kalla mendapatkan 12,9 juta suara sah, dan pasangan Prabowo-Hatta Rajasa mengantungi 6,4 juta suara sah.

Kata Ganjar, Jawa Tengah saat ini yang menjadi basis PDIP masih solid. Namun, Ganjar tidak akan menyepelekan keputusan Prabowo-Sandiaga memindahkan markas perjuangan.

"Apapun yang diikhtiarkan pihak lawan menjadi warning bagi kami. Tidak boleh terlalu percaya diri dan semua harus kerja keras karena sebenarnya yang akan memenangkan ialan yang dicintai rakyat," tutur petahana ini.
Meski markas perjuangan Prabowo-Sandiaga berada di Jawa Tengah, Ganjar berharap tidak ada perpecahan di masyarakat, pendukung dan tim kampanye masing-masing calon peserta.

"Dijaga agar tidak ada politik pecah belah, politik SARA, saling benci. Tunjukkan kehebatan dua calon presiden ini, bukan kejelekannya daripada bicara jelek kan seolah tidak punya konsep," ucap Ganjar.

Koordinator Juru BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, sebelumnya mengklaim elektabilitas pasangan nomor urut 02 di Jawa Tengah sudah cukup tinggi.

Berdasarkan survei internal BPN, Dahnil menyebut perolehan suara Prabowo Sandi hanya kalah tipis ketimbang pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Dahnil mengklaim perolehan suara Prabowo-Sandi melebihi 43 persen, atau lebih banyak dari perolehan suara calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said saat Pemilihan Kepala Daerah 2018.
(ugo/ugo)