Senjata KKB Diselundupkan dari Papua Nugini dan Filipina

CNN Indonesia | Rabu, 12/12/2018 16:47 WIB
Senjata KKB Diselundupkan dari Papua Nugini dan Filipina Ilustrasi senjata api laras pendek. (maxmann/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan senjata yang digunakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua teridentifikasi hasil penyelundupan ilegal dari Papua Nugini dan Filipina.

"Senjata yang untuk melakukan penyerangan kami juga sudah berhasil mengidentifikasi, senjata-senjata itu didapat dari jalur penyeludupan secara gelap dengan membeli beberapa senjata di wilayah Papua Nugini maupun di wilayah Filipina," kata Dedi saat memberikan keterangan pers di Markas Besar (Mabes) Polri, Rabu (12/12).


Dia menerangkan, senjata tersebut masuk melalui dua jalur berbeda hingga sampai di tangan anggota KKB di Papua. Menurut Dedi, senjata dari Papua Nugini masuk lewat jalur darat, sedangkan senjata dari Filipina masuk lewat jalur laut. Dia mengungkapkan total senjata yang dimiliki anggota KKB diperkirakan berjumlah 25 pucuk, di mana 17 pucuk merupakan senjata laras panjang dan delapan pucuk senjata laras pendek.


Dedi menerangkan terdapat dua jenis senjata yang dipegang KKB yakni rakitan yang diperkirakan hasil penyelundupan dan pabrikan yang merupakan hasil rampasan dari anggota TNI dan Polri.

"Terdapat senjata rakitan dan senjata pabrikan. Sebagian besar rakitan karena di Filipina kebanyakan senjata handmade (buatan tangan), meskipun bentuknya pabrikan tapi itu buatan tangan," tutur Dedi.

Selain itu, jenderal polisi bintang satu itu menyatakan personel gabungan TNI dan Polri masih terus mengerahkan kekuatan untuk mengejar anggota KKB di Nduga, Papua hingga saat ini.

"Saat ini pasukan gabungan TNI-Polri dan dengan penuh semangat tanpa pantang menyerah terus melakukan pengejaran terhadap kelompok KKB tersebut," kata Dedi.

Sementara itu, Wakil Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih, Letkol Inf Dax Sianturi mengatakan pihaknya telah memastikan seluruh korban tewas kasus penembakan di jembatan jalur Trans Papua di Kabupaten Nduga, Papua yang dilakukan KKB merupakan pekerja PT Istaka Karya.

"Seluruh 16 jenazah telah berhasil diidentifikasi. Iya semuanya pekerja PT Istaka Karya," kata Dax saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (7/12).

Dax mengatakan seluruh korban tewas akibat penembakan KKP Papua tersebut telah berhasil diidentifikasi dan dilakukan otopsi di RS Charitas, Timika usai dilakukan evakuasi sejak Selasa (3/12) hingga Jumat (7/12).




(mts/kid)