Osama dalam rekaman yang beredar di media sosial menyebut ada seseorang yang mencoba merusak hubungan baik yang selama ini sudah terjalin antara dirinya dan NU.
"Saya cinta masyarakat Indonesia. Saya menghargai NU, Muhammadiyah dan semua organisasi Islam. Seseorang mencoba untuk merusak hubungan baik antara saya dan NU, antara saya dan rakyat Indonesia," kata Osama dalam rekaman itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Osama dalam rekamannya tak menyebutkan pihak ketiga yang dia maksud. Namun Masduki menduga pihak ketiga itu adalah orang, kelompok, atau gerakan yang selama ini tidak suka dengan Nahdlatul Ulama.
Kata Masduki, kelompok atau orang-orang itu adalah yang pandangan politiknya berbeda dengan NU. Masduki mengatakan NU adalah salah satu penyangga dasar dalam bangunan NKRI.
"Nah, sekarang banyak sekali kelompok, paham keagamaan yang tidak sepaham dengan sikap NU ini," ujar Masduki.
Lebih lanjut Masduki menilai pernyataan Osama juga mengindikasikan bahwa yang bersangkutan merasa dekat dengan PBNU dan nahdiyin.
Hal serupa dikatakan Masduki ikut dirasakan PBNU. Tetapi, kata dia, PBNU masih menanti langkah lanjutan Osama dalam upaya memperbaiki hubungan.
"Kami tunggu tindak lanjutnya dalam bentuk tindakan apa yang bisa memperbaiki hubungan. Saya membayangkan ada silaturahmi," ujar Masduki.
Hubungan PBNU dengan Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Indonesia memang sempat merenggang setelah Dubes Osama menulis status di akun Twitter pribadinya terkait Reuni 212.
Namun cuitan yang disalin GP Ansor itu memiliki perbedaan dengan cuitan Osama. Saat ditelusuri pada akunnya @Os_alshuibi, dalam cuitannya Osama tidak menulis 'sebagai reaksi atas pembakaran bendera tauhid'. (wis)