PBNU Soroti Pihak Ketiga Perusak Hubungan dengan Dubes Saudi

CNN Indonesia | Kamis, 13/12/2018 11:18 WIB
PBNU Soroti Pihak Ketiga Perusak Hubungan dengan Dubes Saudi Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) belum menerima permintaan maaf secara resmi dari Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah al-Shuaibi, terkait persoalan dengan GP Ansor. Namun, Wakil Sekjen PBNU Masduki Baidlowi mengapresiasi pengakuan Osama baru-baru ini yang merasa menjadi korban adu domba.

Osama dalam rekaman yang beredar di media sosial menyebut ada seseorang yang mencoba merusak hubungan baik yang selama ini sudah terjalin antara dirinya dan NU.

"Saya cinta masyarakat Indonesia. Saya menghargai NU, Muhammadiyah dan semua organisasi Islam. Seseorang mencoba untuk merusak hubungan baik antara saya dan NU, antara saya dan rakyat Indonesia," kata Osama dalam rekaman itu. 


Masduki membenarkan rekaman suara Osama tersebut. Masduki mengatakan Osama mengucapkan itu saat bertemu dengan putri Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yenny Wahid, beberapa waktu lalu.

"Belum ada permintaan maaf secara resmi. Tetapi ketika bertemu dengan Mbak Yenny sebenarnya sudah menyampaikan sinyal positif," kata Masduki saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (13/12).

"Bahwa dia merasa ada pihak ketiga yang ingin menjauhkan hubungan antara Dubes Saudi dengan PBNU dan nahdiyin. Itu sinyal positif," ujarnya menambahkan.

Osama dalam rekamannya tak menyebutkan pihak ketiga yang dia maksud. Namun Masduki menduga pihak ketiga itu adalah orang, kelompok, atau gerakan yang selama ini tidak suka dengan Nahdlatul Ulama.

Kata Masduki, kelompok atau orang-orang itu adalah yang pandangan politiknya berbeda dengan NU. Masduki mengatakan NU adalah salah satu penyangga dasar dalam bangunan NKRI.

"Nah, sekarang banyak sekali kelompok, paham keagamaan yang tidak sepaham dengan sikap NU ini," ujar Masduki.

Seperti Osama, Masduki pun tak menyebut kelompok atau orang yang dimaksud. Namun dia meyakini tanpa disebut pun masyarakat sudah mengetahuinya.

Lebih lanjut Masduki menilai pernyataan Osama juga mengindikasikan bahwa yang bersangkutan merasa dekat dengan PBNU dan nahdiyin.

Hal serupa dikatakan Masduki ikut dirasakan PBNU. Tetapi, kata dia, PBNU masih menanti langkah lanjutan Osama dalam upaya memperbaiki hubungan.

"Kami tunggu tindak lanjutnya dalam bentuk tindakan apa yang bisa memperbaiki hubungan. Saya membayangkan ada silaturahmi," ujar Masduki.

Hubungan PBNU dengan Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Indonesia memang sempat merenggang setelah Dubes Osama menulis status di akun Twitter pribadinya terkait Reuni 212.

Dalam cuitannya, Osama melalui akunnya @Os_alshuibi mengimbau warga negaranya tidak mendekati lokasi Reuni Aksi 212 di Monas. Dia menyebut acara tersebut sebagai reaksi atas pembakaran bendera tauhid oleh anggota Banser beberapa waktu lalu. Cuitan ini yang dipermasalahkan PBNU, sebab dalam tangkapan layar atau capture yang dilampirkan dalam keterangan pers Gerakan Pemuda Ansor, Osama menulis 'pembakaran bendera tauhid oleh kelompok sesat.'

Namun cuitan yang disalin GP Ansor itu memiliki perbedaan dengan cuitan Osama. Saat ditelusuri pada akunnya @Os_alshuibi, dalam cuitannya Osama tidak menulis 'sebagai reaksi atas pembakaran bendera tauhid'. (wis/wis)