Polisi Kembali Tangkap Satu Pengeroyok Anggota TNI

CNN Indonesia
Kamis, 13 Des 2018 13:54 WIB
Polisi menangkap HP alias E, terduga pelaku pengeroyokan terhadap anggota TNI di kawasan Cibubur, Jakarta Timur. Total pelaku yang ditangkap menjadi dua orang.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. (CNN Indonesia/Fajrian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi kembali menangkap seorang pelaku pengeroyokan anggota TNI di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, Senin (10/12). Total pelaku yang ditangkap hingga Kamis (13/12) menjadi dua orang.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan kedua pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Tersangka kedua kita ambil di rumahnya tadi malam inisial HP alias E umurnya 28 tahun pekerjaan juga juru parkir," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Kamis (13/12).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polisi, sebelumnya telah menangkap satu tersangka berinisial AP. Pria berusia 32 tahun itu ditangkap di rumahnya di Ciracas, Jakarta Timur.

Argo menjelaskan kronologi pengeroyokan anggota TNI AL bernama Kapten Komarudin di ruko Arundina, Cibubur. Saat itu, Komarudin memarkirkan motor di ruko Arundina.
Ketika itu, Komarudin dalam keadaan jongkok mencoba memperbaiki motornya lantaran keluar asap. "Kemudian tukang parkir itu (HP) memperbaiki posisi kendaraan yang lain. Pada saat memperbaiki yang lain stangnya terkena kepala korban. Sehingga cekcok," jelas Argo.

Teman HP melihat kejadian cekcok tersebut dan dari situ mulai terjadi penganiayaan dan pengeroyokan terhadap Komarudin.

Argo menuturkan HP berperan sebagai penggeser motor dan mengenai korban. Kemudian, HP juga berperan sebagai pihak yang mendorong korban kedua, yakni anggota Paspampres Pratu Rivo Nanda. Saat pengeroyokan Komarudin, Rivo sedang melintas dan berusaha melerai.

"Perannya itu yang menggeser motor yang mengenai korban dan yang kedua adalah mendorong dada korban kedua. Karena pada saat perselisihan itu muncul Pratu Rivo Nanda lewat, dan melerai," beber Argo.

Sementara, kata Argo, AP berperan menarik pakaian korban Komarudin dari belakang

"Kemudian yang ia yang memegangi korban Kapten Komarudin dari belakang," kata dia.

Pengeroyokan anggota TNI di ruko Arundina itu diduga menjadi pemicu perusakan Mapolsek Ciracas, Selasa (11/12) malam. Massa mendatangi Mapolsek untuk mempertanyakan kelanjutan kasus pengeroyokan anggota TNI itu.
(ugo/ctr)
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER