Polisi Buru Suami-Istri Terkait Pengeroyokan TNI di Cibubur

CNN Indonesia | Kamis, 13/12/2018 14:21 WIB
Polisi Buru Suami-Istri Terkait Pengeroyokan TNI di Cibubur Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono. (CNN Indonesia/Marselinus Gual)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi menambah Daftar Pencarian Orang (DPO) pelaku pengeroyokan anggota TNI di Cibubur, Jakarta Timur, menjadi tiga orang. Sebelumnya polisi hanya menetapkan dua orang DPO yakni D dan IH.

"DPO pertama IH, DPO kedua D, dan DPO ketiga SR yang merupakan perempuan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Kamis (13/12).

Argo menuturkan dua dari tiga DPO itu merupakan suami istri, yakni I dan SR. SR berperan sebagai pendorong dan pemukul. Namun, Argo tak menjelaskan siapa yang dipukul SR.


"Jadi kami mengimbau kepada para DPO itu untuk segera menyerahkan diri kepada Polda Metro Jaya atau Polres Jaktim," kata Argo.

Polisi selanjutnya bakal mengecek urin dari masing-masing tersangka. Hal ini dilakukan mengingat keberanian para juru parkir melawan aparat.

Argo juga memastikan polisi baru menangkap dua orang tersangka, yakni AP (32) dan HP (28) yang bertindak sebagai pemegang korban pertama dari belakang dan yang mendorong dada korban kedua.

"Kalau yang tujuh orang kemarin [di Polsek Ciracas] memang tahanan, tapi dari kasus lain," tegas Argo.

Para tersangka dijerat dengan pasal 170 KUHP dan 351 KUHP tentang kekerasan dan penganiayaan dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun. Argo berharap agar para DPO bisa kooperatif dan menyerahkan diri.

"Kami berharap DPO menyerahkan diri sebelum kami melakukan penangkapan," katanya.

Para juru parkir tersebut diduga mengeroyok anggota TNI bernama Kapten Komarudin di sebuah kawasan ruko di Cibubur. Saat kejadian, melintas anggota TNI lain Prajurit Satu Rivo Nanda. Rivo yang berusaha melarai turut jadi korban. (ctr)