Wiranto Harap KKB di Papua Kembali ke Pangkuan NKRI

CNN Indonesia | Kamis, 13/12/2018 18:38 WIB
Wiranto Harap KKB di Papua Kembali ke Pangkuan NKRI Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto berharap aparat penegak hukum dapat memproses Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pelaku penembakan belasan pekerja proyek Trans Papua di Kabupaten Nduga, Papua dengan cara baik-baik. Bahkan, ia mengimbau agar para KKB bisa sadar dan kembali ke pangkuan NKRI.

"Tapi kalau bisa ya kita selesaikan dengan cara-cara baik. Kalau bisa, ya, mereka sadar kembali kepangkuan ibu pertiwi itu bagus," kata Wiranto di bilangan Jakarta Pusat, Kamis (13/10).

Diketahui, KKB pimpinan Egianus Kogoya disebut-sebut sebagai inisiator penembakan belasan pekerja PT Istaka Karya di Nduga, serta penembakan-penembakan lain sebelumnya di Papua.


Wiranto yang juga mantan Panglima ABRI (sekarang TNI) itu menegaskan aparat keamanan akan menindak tegas dan mengejar terus KKB apabila cara baik-baik itu tak bisa ditempuh.

Sebab, kata dia, KKB justru telah mengganggu stabilitas keamanan yang bakal merugikan masyarakat dan pemerintah Indonesia secara keseluruhan.

"Ya terus dikejar ya. Tapi kalau tidak bisa seperti itu dan mengorbankan masyarakat banyak, mengganggu kepentingan nasional, mengganggu stabilitas nasional ya tindak tegas, tidak ada [cara] lain," kata dia.

Selain itu, Wiranto turut menegaskan bahwa pemerintah sedari awal sudah tegas tak akan mengakui kehadiran kelompok bersenjata lain di Indonesia di luar TNI dan Polri.

Ia berjanji akan menghabisi kelompok bersenjata yang kerap membuat onar dan kekacauan di Indonesia agar tak mengganggu kepentingan bangsa ke depannya.

"Kita kejar, kita habisi mereka. Jangan sampai mengganggu kepentingan negara yang sudah besar ini," kata dia.

Meski demikian, Wiranto menegaskan pihaknya tetap mengedepankan proses 'polisional' melalui tindakan hukum untuk memburu KKB di Papua.

Ia menambahkan bahwa pihak TNI dan Polri diperbolehkan untuk bersama-sama mengejar kelompok tersebut karena telah diatur oleh undang-undang. Karenanya dia meminta semua pihak tak meributkan upaya pengejaran ini, mengingat KKB yang memulai lebih dulu terhadap para pekerja proyek dan kejadian-kejadian sebelumnya.

"Nggak usah diributkan, itu kan inisitif mereka kelompok bersenjata ini yang kemudian melakukan pembunuhan yang brutal, biadab. Ya kita selesaikan," kata Wiranto.

Yang terpenting, kata Wiranto, dalam upaya pengejaran KKB ini, TNI-Polri bekerja berlandaskan undang-undang dan prosedur yang berlaku.

"Ada hukum di situ, ada UU di situ, ada satu pembenaran bagaimana polisi dan TNI untuk menghabisi, mengejar mereka," kata dia. (rzr/osc)