Wiranto: Tindak Tegas Bila Aparat Ikut Rusak Polsek Ciracas

CNN Indonesia | Kamis, 13/12/2018 14:44 WIB
Wiranto: Tindak Tegas Bila Aparat Ikut Rusak Polsek Ciracas Menkopolhukam Wiranto mengatakan aparat yang terbukti ikut merusak Plsek Ciracas harus ditindak tegas (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto meminta oknum aparat yang terlibat dalam pembakaran Mapolsek Ciracas ditindak tegas melalui proses hukum. Kepolisian sampai saat ini belum berhasil mengidentifikasi massa yang merusak dan membakar Polsek Ciracas pada Rabu dini hari lalu.

Wiranto menyatakan tindakan penyerangan itu sudah menjadi bukti kuat bahwa oknum aparat itu tak menaati aturan yang berlaku.

"Kalau ada peristiwa, seandainya atau diduga ini merupakan oknum yang tidak menaati, tidak setia pada pemerintah ditindak tegas aja. Ada hukumnya, ada undang undang-undangnya, ada peraturannya, tegas aja," kata Wiranto saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (13/12).


Mantan Panglima ABRI itu menegaskan tiap personel keamanan, baik TNI maupun Polri harus patuh dan tunduk terhadap aturan yang berlaku di Indonesia

Wiranto juga tak menginginkan insiden tersebut menimbulkan gesekan dan permusuhan antara TNI dan Polri. Ia menegaskan kondisi Indonesia akan tetap aman bila TNI dan Polri bersatu.

"Intinya jangan sampai antar aparat kita, aparat keamanan itu bermasalah. Negeri ini bisa aman kalau aparat keamanan kita menyatu," kata dia.

Lebih lanjut, Wiranto turut menyinggung instruksi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jendral Tito Karnavian agar personel TNI dan Polri tetap bersatu menjaga stabilitas keamanan negara.

Ia mengimbau pasukan TNI maupun Polri yang bertugas di lapangan mematuhi instruksi pimpinannya tersebut.

"Nah, ke bawah harus melaksanakan itu. Tribata, sapta marga semua prajurit mengisyaratkan bahwa setia dan tunduk kepada perintah atasan," kata dia.

Wiranto berharap agar konflik antara pasukan TNI dan Polri tak terulang. Apabila hal itu terjadi kembali, kata dia, dipastikan mengganggu situasi keamanan nasional.

"Saya pernah di sana [TNI] dan itu bisa kita laksanakan. Jangan sampai hal-hal kecil seperti itu mengakibatkan institusi yang besar ini, yang menjaga keamanan nasional, bisa terganggu,  ya," ujarnya. (rzr/wis)