Tim SAR Evakuasi 8 Jenazah Korban Longsor Toba Samosir

CNN Indonesia | Kamis, 13/12/2018 21:28 WIB
Tim SAR Evakuasi 8 Jenazah Korban Longsor Toba Samosir Lokasi bencana tanah longsor di Toba Samosir. (Dok. BNPB)
Medan, CNN Indonesia -- Longsor yang terjadi pada dini hari di Desa Halado, Kecamatan Pintu Pohan, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara menewaskan setidaknya 8 orang dan melukai 2 orang. Sejauh ini tim SAR gabungan masih mencari 2 orang lain yang masih terjebak material longsor.

"Saat ini sudah 8 jenazah yang telah ditemukan. Untuk korban lainnya masih dilakukan pencarian," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tobasa Herbeth Pasaribu, Kamis (13/12).

Tobasa mengatakan hujan dengan intensitas tinggi terus terjadi sejak satu pekan terakhir. Kondisi ini menyebabkan longsor di beberapa titik, salah satunya di Desa Halado. Posisi rumah berada di bawah lereng perbukitan. Material longsor di perbukitan langsung meluncur dan menimbun 4 rumah di bawahnya.


"Dari informasi yang kami peroleh, longsor yang melanda kawasan itu terjadi tadi malam sekitar pukul 23.30 WIB setelah hujan deras. Saat itu para korban tengah tidur di dalam rumah," ujarnya.

Longsor tersebut terjadi pada Kamis (13/12) pukul 02.00 WIB. Saat musibah itu melanda, 12 orang yang menjadi korban sedang terlelap di rumahnya masing-masing.

Terpisah Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam pernyataan resminya menerangkan bagaimana longsor terjadi. "Posisi rumah berada di bawah lereng perbukitan. Material longsor di perbukitan langsung meluncur dan menimbun 4 rumah di bawahnya."

Untuk mencari korban lain yang masih terjebak, tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD Toba Samosir, Basarnas, TNI, Polri, SKPD, serta relawan dari berbagai unsur masih terus melakukan pencarian. Sebanyak 5 unit alat berat juga telah dikerahkan untuk membantu proses pencarian.

Menurut Sutopo, bencana longsor ini terjadi cukup merata di seluruh wilayah di Indonesia menyusul tingginya intensitas curah hujan.

BNPB mencatat setidaknya ada 430 kejadian longsor sepanjang tahun ini. Korban yang diakibatkan bencana ini mencapai 129 meninggal dan hilang, 115 cedera, 37.933 mengungsi, dan 1.948 rumah rusak.

"Diperkirakan bencana longsor akan terus meningkat seiring meningkatnya curah hujan. Puncak hujan periode ini sebagian besar wilayah Indonesia terjadi Januari-Februari 2019 mendatang," jelas Sutopo.

Sutopo mengakui sistem peringatan dini bencana longsor masih terbatas yakni 300-400 unit di daerah rawan longsor, padahal kebutuhannya saat ini mencapai ratusan ribu unit.

Selain keterbatasan anggaran pemerintah, peran BUMN/BUMD dan swasta, serta sosialisasi antisipasi longsor yang belum cukup ke masyarakat menyebabkan bencana longsor ini harus diperhatikan betul.

Terlepas dari itu, Sutopo mengimbau warga untuk terus waspada. Salah satu cara paling mudah adalah dengan mengecek situs PVMBG untuk melihat prediksi daerah rawan longsor bulanan di seluruh Indonesia.

(fnr/kid)