"Ini menjadi perhatian bagi aparat penegak hukum dalam menelusuri aspek pendanaan terorisme," kata Tito seperti yang dikutip dari Antara di Jakarta, Kamis.
Ia juga mengingatkan penegak hukum harus selangkah lebih maju dalam penggunaan teknologi informasi (TI) karena pelaku kejahatan transnasional dan terorisme saat ini sudah memanfaatkan kemajuan TI dalam menjalankan aksinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini disampaikan Kapolri Tito saat diundang bertemu dengan Assistant Director of Federal Bureau of Investigation (FBI) Michael McGarrearty di Melbourne, Australia, Kamis.
Tito mencontohkan pada kasus-kasus teror yang terungkap, para pelaku memanfaatkan komunikasi lewat media sosial. Misalnya, pembelian barang ataupun bahan pembuatan bom yang dilakukan secara daring, termasuk metode pembayarannya.
Namun, kata Michael, khusus penanganan kejahatan terorisme perlu dikembangkan pencegahan mengingat para pelaku menjalankan aksinya sudah memanfaatkan teknologi siber.
"Khusus kejahatan teroris, pengembangan kapasitas terutama dalam mengantisipasi pemanfaatan siber oleh kelompok teror," katanya. (age)