Hal tersebut dikatakan oleh Wakil Ketua DPW PAN Sumsel, Darussalam saat dikonfirmasi, Jumat (14/12).
Darussalam menilai, selama ini keadaan dan iklim politik untuk PAN di Sumsel relatif kondusif. Namun tiba-tiba ada yang mengatasnamakan PAN untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan keputusan di tingkat pusat partai berlambang matahari itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirinya pun tidak heran para oknum yang mengatasnamakan DPW PAN Sumsel tersebut menggunakan seragam dan atribut PAN saat deklarasi, karena dirinya menganggap setiap orang akan sangat mudah membeli atau membuat seragam yang disertai atribut PAN.
"Jangan kan seragam partai, seragam polisi saja bisa kita dapat. Nah kalau kartu anggota dia tidak bisa dapat, kecuali dia memalsukan," ujar dia.
Pihaknya masih sepakat akan melaporkan 25 orang yang mengaku kader PAN tersebut apabila tidak ada iktikad baik untuk meminta maaf karena telah mencatut nama PAN.
"Kita bingung mau cari kemana, ketemu dimana. Informasinya juga, dari 25 orang itu ada yang tidak saling kenal, saling ajak saja, ayo gitu. Dadakan. Makanya kami minta ke kawan-kawan media, sebisa mungkin ini sampai ke mereka," ungkap Darussalam.
Sebelumnya, puluhan orang yang mengatasnamakan kader PAN DPW Sumatera Selatan mendeklarasikan diri mendukung pasangan calon presiden-wakil presiden urut nomor 01 Jokowi-Ma'ruf di Palembang, Rabu (12/12).
Sholahudin pun menegaskan, deklarasi yang mereka lakukan tidak ada sangkut pautnya dengan pengurus PAN di daerah lain dan pusat. Namun dirinya berharap semua pengurus partai dapat mengikuti langkah mereka berbalik arah menyalonkan Jokowi.
"Kami disanksi tidak masalah. Harus berani, tidak bisa harus diam. Kader punya hak suara. Pembangunan di masa Presiden Jokowi sudah terlihat, tol Palindra contohnya sudah bisa dilalui. Kami harap ada perubahan di kubu PAN," ujar Sholahudin. (idz/osc)