"Jokowi semakin susah dikalahkan," kata Denny JA saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (14/12).
Presiden Jokowi menganggarkan Rp34,4 triliun untuk PKH 2019. Anggaran ini naik hampir dua kali lipat dibanding tahun ini sebesar Rp19,3 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang punya (anak) SD sederajat ada tambahan Rp900 ribu, SMP tambahan Rp1,5 juta, SMA/SMK Rp2 juta. Gede banget ini. Mungkin nanti ada yang dapat Rp4 juta-Rp6 juta (setiap tahun)," kata Jokowi di Istana Negara, Kamis (13/12).
"Wong cilik itu jumlah totalnya 60 persen pemilih," kata Denny.
Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita membantah ada nuansa politis dalam janji Jokowi menaikkan jumlah penerima PKH pada 2020. Menurutnya, rencana itu merupakan program jangka panjang pemerintah.
"Itu urusan lain. Biasa seorang perencana pemerintah merencanakan (jangka panjang). Sekarang ini kami mulai bahas anggaran 2020," ujar Agus.
Agus menyatakan langkah yang diambil Jokowi merupakan bentuk investasi jangka panjang dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang tangguh dan berkualitas.
"Jadi itu biasa pemerintahan ini, bukan hanya Pak Jokowi. Siklus, enggak ada politiknya," tutur Politikus Partai Golkar ini.