Erupsi Gunung Soputan, BNPB Sebut Warga Belum Perlu Mengungsi

CNN Indonesia | Minggu, 16/12/2018 21:32 WIB
Erupsi Gunung Soputan, BNPB Sebut Warga Belum Perlu Mengungsi Anggota Polisi membagikan masker ke pengendara di Desa Liwutung, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, akibat erupsi GUnung Soputan, Minggu (16/12). (ANTARA FOTO/Adwit B Pramono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membagikan 20 ribu lembar masker kepada masyarakat di Kabupaten Minahasa Tenggara akibat erupsi Gunung Soputan, Sulawesi Utara. Warga pun disebut belum perlu mengungsi.

"Hujan abu vulkanik dari erupsi Gunung Soputan di Kecamatan Tamboto Timur, Pasan, Toluwaan dan Tamboto Utara Kab Minahasa Tenggara Sulut. TRC [Tim Reaksi Cepat] BPBD Kab. Minahasa Tenggara melakukan pendataan dan membagikan 20.000 lembar masker yang dibantu oleh TNI-Polri," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui akun twitter pribadinya, Minggu (16/12).

Kendati demikian, ia menilai masyarakat setempat belum perlu mengungsi ke wilayah lain. "Masyarakat belum perlu mengungsi," imbuh Sutopo.

Terlebih, aktivitas penerbangan di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, masih terpantau normal pascaerupsi Gunung Soputan.

"Bandara Sam Ratulangi Manado masih aman dan beroperasi normal," terang Sutopo.

Humas PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Samirat Angga Maruli membenarkan aktivitas penerbangan di Bandara Sam Ratulangi masih berjalan normal.

Angga mengatakan pihaknya masih terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas keudaraan sekitar Sulawesi Utara.

Gunung Soputan di Sulawesi Utara meletus pada pukul 03.09 WITA, Minggu (16/12). Gunung Soputan meletus dengan tinggi kolom 3 km ke tenggara, radius berbahaya 4 km dari puncak Gunung Soputan, dan dalam wilayah sektor arah barat daya sejauh 6.5 km.

Gunung Soputan mengalami tiga kali erupsi dan ditempatkan dalam Status Level III (Siaga). Erupsi pertama terjadi sekitar pukul 01-02 WITA dengan amplitudo 40 milimeter. Sementara, erupsi kedua terjadi 03.09 dan yang ketika pukul 05.40 WITA dengan tinggi kolom abu teramati 7,000 meter dari puncak gunung.




(din/bir)