Guguran Lava Merapi Disebut Masih Berpotensi Muncul Kembali

ANTARA, CNN Indonesia | Senin, 17/12/2018 08:50 WIB
Guguran Lava Merapi Disebut Masih Berpotensi Muncul Kembali Gunung Merapi. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho).
Jakarta, CNN Indonesia -- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyatakan Gunung Merapi meluncurkan lava pijar sejauh 300 meter ke arah hulu Kali Gendol, Minggu (16/12) malam pukul 19.00 WIB. Guguran lava pijar itu masih dalam intensitas rendah.

BPPTKG menyatakan guguran lava dari Merapi masih berpotensi muncul kembali. Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida di Yogyakarta, mengatakan guguran itu akan terus muncul selama masih ada pertumbuhan kubah lava di gunung teraktif di Indonesia itu.

"Selama kubah lava masih tumbuh, guguran masih akan terjadi," kata Hanik, Senin (17/12) dikutip Antara.


Kendati terjadi guguran lava, ia meminta agar masyarakat di sekitar lereng Gunung Merapi, khususnya yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa. Masyarakat juga diminta terus mengikuti perkembangan informasi dari BPPTKG.

Berdasarkan Laporan Aktivitas Merapi periode pengamatan 7-13 Desember yang dirilis BPPTKG, menyebutkan bahwa kubah lava masih stabil dengan laju pertumbuhan yang masih rendah. Volume kubah lava per 13 Desember 2018 sebesar 350.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan rata-rata 2.200 meter kubik per hari.

Selanjutnya, aktivitas kegempaan Merapi tercatat 28 kali untuk gempa hembusan (DG), empat kali gempa vulkanik dangkal (VTB), 9 kali gempa fase banyak (MP), 264 kali gempa guguran (RF), 35 kali gempa low frekuensi (LF) dan 12 kali gempa tektonik (TT).

Intensitas kegempaan low frekuensi pada periode itu lebih tinggi dari pekan sebelumnya.

Dari data aktivitas vulkanik Merapi tersebut, BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level II atau waspada.

Kegiatan pendakian Gunung Merapi untuk sementara tidak direkomendasikan oleh BPPTKG, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

(osc)