JK Ingatkan Kesiapan Bahan Pokok Jelang Natal dan Tahun Baru

CNN Indonesia | Selasa, 18/12/2018 03:10 WIB
JK Ingatkan Kesiapan Bahan Pokok Jelang Natal dan Tahun Baru Wakil Presiden Jusuf Kalla memastikan kesiapan bahan pokok dan transportasi jelang Natal dan Tahun Baru 2019, telah dilakukan dengan baik. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan tak ada persiapan khusus dari pemerintah jelang perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Seperti persiapan jelang hari raya umumnya, kata JK, pemerintah fokus pada harga kebutuhan pokok dan kesiapan transportasi.

"Itu hal biasa. Hari raya itu (yang penting) dua hal, harga kebutuhan pokok dan transportasi. Kalau sekarang, kan, sudah banyak persiapan yang baik," ujar JK di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (17/12).

JK mengatakan jelang Natal dan Tahun Baru nanti, masyarakat semakin dipermudah lantaran kondisi infrastruktur yang semakin baik. Hal itu diyakini akan mengurangi kemacetan yang kerap terjadi tiap libur hari raya.


"Orang sekarang kalau enggak jalan darat ya udara. Kalau jalur laut tidak sebanyak dulu lagi," katanya.

Kementerian Perhubungan sebelumnya telah meminta seluruh pengerjaan proyek di lintas tol Jakarta-Cikampek dihentikan mulai 18 Desember hingga 1 Januari 2019. Hal itu dilakukan demi mengurangi kemacetan selama libur Natal dan tahun baru.

Selain menghentikan pengerjaan proyek, demi mendukung kelancaran arus kendaraan Kemenhub juga menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) 115 tahun 2018 yang mengatur pembatasan operasi truk pengangkut barang.

Dari sisi pengamanan, sebanyak 52 ribu personel gabungan TNI dan Polri disiapkan. Skenario pengamanan telah dibuat pada gelar Apel Pengamanan Natal-Tahun Baru 2019, 20 November silam di Monas.

"Sebanyak 43 ribu dikerahkan dari TNI dan 9 ribu dari Polri," ujar Panglima TNI, Hadi Tjahjanto saat itu.

Polrestabes Medan Antisipasi Terorisme

Sementara itu dari Medan, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto meminta jajarannya meningkatkan pengamanan dengan prioritas aksi serangan terorisme, baik kepada anggota polisi di pos dan mako, maupun di rumah-rumah ibadah.

"Antisipasi juga disiapkan untuk tempat wisata, perbelanjaan, terminal dan mal," kata Dadang Hartanto.

 Selain aksi teror, Polrestabes Medan memberi perhatian pada aksi kejahatan jalanan seperti pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) atau biasa disebut 3C.

"Masalah 3C terus diwaspadai pada jam rawan. Ini menjadi perhatian kita bersama. Bhabinkamtibmas harus mendata kendaraan yang tidak memilki surat. Jika ada kendaraan baru yang masuk, maka tetap terdeteksi dengan baik. Kalau kita mampu mendata, maka transaksi kendaraan ilegal dan penadahan tidak terjadi," ucapnya. (pris/ain)