Namun, perlu ada perbaikan integrasi angkutan umum. Selain itu, dampak ekonomi kebijakan itu pun masih dikaji.
Dea (23), pengendara mobil yang ditemui di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, berpendapat skema ganjil genap selama 15 jam akan efektif menekan kemacetan. Meski demikian, hal tersebut dianggap mempersulit pengendara mencari jalan alternatif dan bahkan untuk mengingat tanggal genap atau ganjil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ribet aja, kalau pergi harus tahu ganjil genap. Misalnya salah, bisa saja jalurnya lebih jauh," ia menambahkan.
"Transportasi umum juga sekarang sudah gampang kok, ada ojek juga, akan ada MRT. Enaklah," ujarnya.
g Infografis: CNN Indonesia/Timothy Loen |
Namun, ia juga mengatakan penerapan skema tersebut harus dibarengi dengan fasilitas transportasi umum yang baik.
"Ciri-ciri negara maju seperti itu. Tapi, syaratnya pemerintah sudah harus siap dengan moda transportasi umum yang baik," ujarnya.
Ia menekankan hal ini karena di luar jam sibuk seperti saat makan siang, Jakarta juga dinilai sangat tinggi kepadatannya.
"Kalau ganjil genap hanya di jam sibuk maka memang untuk Jakarta yang sudah terlihat sangat padat bukan saja pada jam sibuk itu menjadi kurang efektif," kata Ellen.
Polisi menilang pengendara mobil yang menggunakan plat nomor palsu untuk mengakali sistem ganjil genap, di Pancoran, Jakarta Selatan, 1 Agustus. ((CNN Indonesia/Kustin Ayuwuragil)) |
Menurutnya, transportasi umum di Jakarta sekarang sudah lebih baik. Namun, kata dia, penerapan skema ganjil genap 15 jam membutuhkan integrasi sistem transportasi umum, tak hanya kapasitas dan layanan. Hal itu guna membuat nyaman pengguna transportasi umum, misalnya tak berpindah terlalu banyak angkutan.
"Bukan hanya kapasitas dan layanan tapi juga integrasi. Integrasi itu jadi orang naik angkutan umum tidak terlalu banyak berpindah-pindah dan juga ketika berpindah tidak harus jalan jauh," ujarnya.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan saat ini Pemprov DKI tengah merampungkan proses kajian ekonomi sebelum mengambil keputusan soal skema ganjil genap itu.
"Sekarang kita sedang mengompilasi hasil studi kajian ekonominya," kata Anies di Kawasan Monas, Jakarta, Rabu (19/12).
Menurutnya, ada perbedaan kondisi penerapan sistem ganjil genap saat Asian Games 2018 berlangsung dan setelah gelaran itu selesai.
Infografis: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi |
Semnetara, saat Asian Games 2018 selesai, penerapan sistem ganjil genap dilakukan dalam kondisi normal Jakarta. Kondisi itulah yang saat tengah dikaji oleh Pemprov DKI.
"Ini hari-hari ke depan kita akan dapat datanya, dari situ kita akan memutuskan [soal sistem perpanjangan ganjil genap] toh masih ada waktu," ujar Anies.
Pemprov DKI Jakarta sebelummya telah memperpanjang ganjil genap pasca-Asian Games 2018 hingga 31 Desember. Namun, pemberlakuannya tak dilakukan penuh selama 15 jam seperti saat perhelatan Asian Games.
(ani/arh)
Infografis: CNN Indonesia/Timothy Loen
Polisi menilang pengendara mobil yang menggunakan plat nomor palsu untuk mengakali sistem ganjil genap, di Pancoran, Jakarta Selatan, 1 Agustus. (
Infografis: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi