BPN Kutip Sejarah Nusantara Bela Prabowo Soal Indonesia Punah

CNN Indonesia | Jumat, 21/12/2018 05:45 WIB
BPN Kutip Sejarah Nusantara Bela Prabowo Soal Indonesia Punah Ketua BPN Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso membela ucapan Prabowo soal Indonesia punah. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Djoko Santoso mengatakan pernyataan soal Indonesia akan punah yang sempat dilontarkan Prabowo beberapa waktu lalu tak asal asal diucapkan begitu saja. 

Perkataan itu muncul karena berbagai hal yang terjadi mulai sejak zaman kerajaan-kerajaan di nusantara hingga fenomena saat ini seperti perubahan iklim, arus globalisasi.

Kata Djoko, sebelum Indonesia resmi terbentuk telah ada berbagai kerajaan di Indonesia yang punah karena salah pemerintahan. 


"Pertama kita dari histori dari negara nusantara ini makin pendek, Sriwijaya 300 tahun, Demak hanya puluhan tahun. Tentunya kita harus kritis," kata Djoko di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (20/12). 

Tak hanya itu, Djoko juga mengatakan keadaan suatu negara sebenarnya sama saja dengan tubuh manusia. Negara, kata Djoko, bisa mengalami sakit di usia-usia 60 hingga 100 tahun. 

Lewat perumpaan itu, Djoko menyebut berbagai penyakit bisa datang dan menggerogoti suatu negara jika negara itu tak dikelola dengan baik.

"Negara itu seperti manusia bisa terkena serangan jantung, liver pada umur 80 sampai 90-an. Uni Soviet habis, Yugoslavia habis, bahkan Amerika juga pernah perang saudara dan lebih banyak korbannya dari perang dunia. Jadi umur negara-negara itu bisa terserang penyakit," kata Djoko.

Lebih lanjut, Djoko mengatakan di pengujung abad ke 20 ini Indonesia telah memasuki era globalisasi. Dampak perubahan iklim juga sudah dirasakan.

Dari arus globalisasi ini pun banyak hal negatif yang dibawa, salah satunya peredaran narkoba yang dengan mudah bisa masuk ke Indonesia disertai kesenjangan sosial yang semakin tinggi. 

"Jadi inilah yang kita hadapi, kesenjangan sosial. Artinya yang miskin dan kaya makin jauh. Peredaran narkoba karena arus globalisasi yang tinggi. Maka ini semua jadi ancaman kita yang sudah membahayakan bangsa, tinggal kalian yang mengawasi bangsa ini," kata Djoko.

Cermin Frustasi

Terpisah, calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin menyebut pidato Prabowo Subianto soal Indonesia punah sebagai bentuk frustrasi.


Di depan puluhan relawan muda, Ma'ruf optimistis pembangunan yang dilakukan Joko Widodo di periode pertama akan memastikan Indonesia semakin maju.

"Pembangunan, Pak Jokowi sudah mulai meletakkan milestone, tinggal maximize utility. Jadi tidak mungkin punah, bahkan akan semakin kuat. Itu mengajarkan ketakutan, frustasi namanya itu," kata Ma'ruf saat ditemui di kediamannya di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, kemarin.

Ketua MUI itu menambahkan Indonesia tidak dibangun satu atau dua tahun. Negara ini adalah hasil perjuangan tumpah darah bangsa Indonesia. Sehingga 260 juta rakyat bakal mencegah kepunahan Indonesia.

Ma'ruf menyebut gaya kampanye Prabowo tersebut tidak baik karena hanya menimbulkan ketakutan di masyarakat. Ia meminta para relawan tidak melakukan hal serupa.

Ma'ruf juga menyatakan ia dan Jokowi tidak akan menggunakan isu agama dalam kampanye. Mereka akan hanya meluruskan soal agama yang dipolitisasi.

"Kita tidak akan menggunakan politisasi agama, tapi kita perlu meluruskan ketika ada orang mempolitisasi agama. Kita luruskan dengan bahasa agama bahwa tidak seperti itu," tutur Ma'ruf.

Prabowo menyebut Indonesia akan punah jika ia tak menang di Pilpres 2019. Ucapan itu disampaikan saat pidato di acara Konfernas Partai Gerindra di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Senin (17/12).

Faktor lain kepunahan Indonesia menurut Prabowo, karena saat ini elite berkuasa dengan cara yang keliru.

Prabowo mengatakan perilaku bobrok elite mengakibatkan ketimpangan sosial. Dia mencontohkan penghasilan masyarakat Indonesia saat ini mencapai 4.000 USD per kapita per tahun, tapi 49 persen dikuasai hanya sekitar satu persen penduduk Indonesia. 

"Kita tidak bisa kalah. Kita tidak boleh kalah. Kalau kita kalah negara ini bisa punah," tegas Prabowo dalam pidatonya. (tst/wis)