TNI-Polri Kerahkan 167 Ribu Aparat Selama Operasi Lilin 2018

CNN Indonesia | Jumat, 21/12/2018 10:48 WIB
TNI-Polri Kerahkan 167 Ribu Aparat Selama Operasi Lilin 2018 Personel gabungan TNI-Polri akan mengamankan Operasi Lilin Jaya 2018.(ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komando Daerah Militer Jaya/Jayakarta dan Polda Metro Jaya melakukan apel bersama jelang Operasi Lilin Jaya 2018. Kasdam Jaya Brigjen Suharyanto menyatakan bakal ada ratusan ribu personel gabungan TNI-Polri yang mengamankan Operasi Lilin 2018.

Hal ini merupakan amanat Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang dibacakan oleh Suharyanto.

"Polri bersama jajaran TNI dan segenap stakeholder lainnya menggelar operasi kepolisian terpusat dengan Sandi Lilin 2018 yang melibatkan 167.783 personel," kata Suharyanto di Polda Metro Jaya, Jumat (21/12).



Operasi ini dilaksanakan selama 10 hari sejak 23 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019. Sementara akan ada 13 polda prioritas yang melaksanakan operasi selama 12 hari terhitung per tanggal 21 Desember 2018.

"Kecuali ada 13 Polda prioritas yaitu Sumatera Utara, Lampung, Banten, Metro Jaya, Jabar, Jateng DIY, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Utara, Maluku, NTT dan Papua," ucap Suharyanto yang masih membacakan amanat Tito.

Sejauh ini Polri telah menginventarisasi potensi kerawanan di antaranya kejahatan konvensional, potensi terorisme, sweeping ormas dan aksi intoleransi. Polri juga tengah mengantisipasi sejumlah rawannya kecelakaan dan potensi premanisme.

"Di samping itu pula menegakan aturan terkait tempat hiburan dan penjualan minuman beralkohol yang perlu dilakukan secara bersama-sama dengan pemda setempat," lanjut dia.


Sementara itu, Wakapolda Metro Jaya Brigadir Jendral Wahyu Hadiningrat menyatakan untuk Operasi Lilin Jaya 2018, Polda Metro Jaya menerjunkan sekitar 11.403 personel. Polisi juga membuat Pos Pengamanan di titik-titik keramaian.

"Ada 150 pospam tergelar. Pelaksanaan kegiatan ini fokus pada objek yang diamankan yaitu mulai dari tempat ibadah, kemudian tempat pariwisata dan pengamanan jalur," kata Wahyu.

Wahyu juga menambahkan dalam rangka mencegah aksi terorisme jelang Natal dan Tahun Baru, pihaknya akan terus mengolah setiap informasi yang ada. Namun ia tegaskan belum ada ancanan terorisme di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

"Dan tentunya di dalam pengamanan itu kita bekerja sama dengan masyarakat untuk memberikan informasi sekecil apapun apabila ada potensi terkait dengan ancaman terorisme," kata dia.
(ctr/pmg)