Jokowi Klaim Alirkan Dana untuk Desa Terbesar Dalam Sejarah

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 22/12/2018 10:18 WIB
Jokowi Klaim Alirkan Dana untuk Desa Terbesar Dalam Sejarah Presiden Joko Widodo mengklaim program dana desa yang dimulai sejak 2015 silam merupakan penggelontoran dana terbesar dari pusat untuk desa sepanjang sejarah. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo mengatakan program dana desa yang dimulai sejak 2015 silam merupakan gelontoran dana dari pusat untuk desa terbesar sepanjang sejarah, yaitu total Rp187 Triliun dalam empat tahun terakhir dengan tren meningkat setiap tahun.

Ia mengklaim, sepanjang 73 tahun Indonesia merdeka, desa tak pernah mendapatkan potongan kue yang cukup besar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) seperti dalam kepemimpinannya.

Pada 2015 silam, anggaran dana desa senilai Rp20,7 triliun dan naik menjadi Rp47 triliun (naik 127,05 persen) di tahun berikutnya. Anggaran ini kemudian naik menjadi Rp60 triliun (naik 27,65 persen) pada 2017, dan nilai yang sama pada 2018. Sementara itu, pada 2019, anggaran dana desa menembus Rp73 triliun (naik 21,67 persen).


"Belum pernah dalam sejarah kita sebagai bangsa menggelontorkan uang sebesar ini untuk desa," kata Jokowi di Wisma Negara, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (22/12).

Jokowi mengingatkan pemerintah desa berhati-hati dalam mengelola mengingat dana yang cukup besar. Ia berharap, dana desa bisa tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masing-masing desa tersebut.

Bahkan, ia berharap dana desa di tahun-tahun berikutnya tidak lagi berkutat di pembangunan infrastruktur. Menurutnya, sudah saatnya perangkat desa memanfaatkan dana ini untuk mengembangkan sektor produktif berbasis potensi yang terdapat di desa tersebut.

Ia mencontohkan desa Umbul Ponggok di Klaten, Jawa Tengah, yang dibangun menggunakan dana desa untuk mengembangkan potensi wisata dan kemudian memperoleh keuntungan bersih Rp14 miliar per tahun.

Tak hanya itu, ia juga mencontohkan pengembangan potensi wisata di Desa Nglanggeran, Gunung Kidul, Yogyakarta yang juga dikembangkan dari dana desa. Dalam setahun, desa itu disebut bisa menghasilkan pendapatan Rp8 miliar per tahun.

"Kita harus mulai berpikiran ke sana. Uang yang dikeluarkan dan investasi dan anggaran dana desa ini agar bisa mendatangkan uang kembali lewat tempat wisata. Dana desa harus mulai masuk ke pemberdayan ekonomi desa. Mulai berpikir ke arah itu sehingga perekonomian desa bergerak karena dana desa," imbuh Jokowi.

Namun, Jokowi juga tidak melarang masyarakat desa jika dana desa tetap digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Hanya saja, ia berpesan bahwa pembelian material bagi konstruksi dan tenaga kerja harus berasal dari desa tersebut agar uang tidak berujung lagi ke kota-kota besar.

"Teori ekonominya, uang sebanyak Rp187 triliun ini jangan sampai kembali ke kota dan Jakarta dan arahkan agar uang itu agar di desa. Agar peredaran uang di desa semakin banyak, itu yang kami harapkan," pungkas Jokowi.

Selama pelaksanaan tiga tahun dana desa, pemerintahan Jokowi mengklaim sudah terbangun 158 ribu km jalan desa, 18.400 unit posyandu, 48.600 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 6.900 pasar desa, 10.200 km jembatan, hingga 942.900 unit fasilitas air bersih. (glh/vws)