Pegiat sosial Yani Sikolah menyatakan Kepala Desa di Pulau Sebesi Syamsiar menyampaikan ketinggian gelombang tsunami mencapai tiga meter. Hal itu membuat masyarakat mengungsi ke ketinggian, karena belum ada pelatihan kesiapsiagaan dan simulasi evakuasi di Desa Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku, seperti dilansir Antara, Minggu (23/12).
Hari ini Syamsiar dan para warga laki-laki menyisir pesisir pantai, pulau dan desa melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan camat. Sementara warga perempuan, anak maupun penduduk berkebutuhan khusus masih tinggal di kawasan bukit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syamsiar menyatakan warga membutuhkan perlengkapan seperti tenda, stok makanan dan lain-lain. Di samping itu, seorang balita dikabarkan hilang.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menyebut korban tewas akibat terjangan tsunami Selat Sunda di Anyer dan Lampung mencapai 168 orang tewas.
Selain korban tewas, Sutopo menyebut setidaknya 745 orang luka dan 30 orang lainnya masih hilang. (antara/ayp)