Pemprov Banten Evakuasi Korban Tsunami di Tanjung Lesung

CNN Indonesia | Senin, 24/12/2018 17:31 WIB
Pemprov Banten Evakuasi Korban Tsunami di Tanjung Lesung Kawasan pinggir pantai yang mengalami kerusakan akibat bencana Tsunami di Pantai Tanjung Lesung, Banten, Jawa Barat, Minggu (23/12). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Pandeglang, Banten, CNN Indonesia -- Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan saat ini proses evakuasi korban tsunami Selat Sunda diarahkan ke wilayah Tanjung Lesung dan Sumur, Kabupaten Pandeglang. Menurut Andika tim evakuasi gabungan akan lebih banyak dikerahkan ke dua wilayah tersebut.

"Selain Carita Labuan, kita maksimalkan di Tanjung Lesung dan Sumur, Ujung Jaya juga," kata Andika di RSU Berkah Pandeglang, Banten, Senin (24/12).


Andika menerangkan sebetulnya mulai tadi malam, tim gabungan telah mulai melakukan evakuasi di Kecamatan Sumur. Alat berat, sambungnya juga sudah mulai didatangkan untuk membantu proses evakuasi.


Kemudian, kata Andika, jalan akses menuju lokasi juga sudah dibersihkan dari puing-puing sehingga diharapkan bisa mempermudah dan mempercepat proses evakuasi.

Untuk proses evakuasi, kata Andika, Pemprov Banten terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten, polri, TNI, serta pihak lainnya untuk memaksimalkan proses evakuasi korban.

Lebih dari itu, Andika menyebut bantuan dari berbagai pihak untuk para pengungsi korban tsunami masih terus berdatangan.

"Alhamdulillah sudah, intinya bantuan support tersebut merupakan salah satu kekuatan bagi kami di sini," ujarnya.

Pelayanan Kesehatan

Menteri Kesehatan Nila F Moelek mengatakan proses penanganan korban bencana tsunami Selat Sunda di wilayah Pandeglang, Banten telah tertangani dengan baik.

Banten, kata Nila, merupakan provinsi yang cukup besar memiliki puskemas dengan fasilitas yang cukup memadai sebagai langkah awal untuk melakukan tindakan medis bagi para korban.

"(Puskesmas) mereka lakukan apa yang bisa mereka lakukan, yang tidak dirujuk, rujuknya berjenjang ini ke (RSU Berkah) Pandeglang," tutur Nila di RSU Berkah Pandeglang, Senin (24/12).

Pemprov Banten Evakuasi Korban Tsunami di Tanjung LesungNila F Moelek. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Nila menyampaikan karena lokasi Banten cukup dekat dengan Jakarta, maka bantuan pun terbilang mudah untuk diberikan dan disalurkan.

Bila memang dibutuhkan untuk tambahan tenaga medis, sambungnya, bisa segera mendatangkan bantuan tenaga dokter dari rumah sakit di Jakarta.

Untuk ketersediaan peralataan medis, kata Nila saat ini juga terpantau masih mencukupi untuk melakukan berbagai tindakan medis.

Dalam situasi bencana seperti ini, Nila menuturkan yang menjadi fokus utama adalah untuk evakuasi korban meninggal serta penanganan terhadap para korban luka.

Setelahnya, lanjut Nila, baru akan dilakukan tindakan pemberisahan pascabencama guna memastikan tak ada penyebaran penyakit ataupu bakteri di masyarakat.

"Disinfektan harus kita berikan," ucap Nila.

Lebih dari itu, Nila menyebut pihaknya juga telah menyiapkan biskuit tinggi protein dan kalori bagi para pengungsi. Utamanya, biskuit tersebut yang bisa diberikan kepada balita, anak-anak, serta ibu hamil.

"Karena mereka perlu nutrisi yang baik, itu kita berikan," katanya.

Bencana tsunami ini terjadi pada Jumat (22/12) silam pada pukul 21.24 WIB di Lampung Selatan dan Banten.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menuturkan aktivitas ini disebabkan oleh longsoran kepundan Gunung Anak Krakatau seluas 64 hektare (ha) yang menghempas lautan Selat Sunda.

Per Senin (24/12) pagi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut jumlah korban tewas akibat tsunami Selat Sunda mencapai 281 orang. Sementara, 1.016 lainnya mengalami luka-luka, dan 57 orang masih dinyatakan hilang.

(dis/kid)