Sesmenpora Diperiksa Polisi Terkait Pengaturan Skor Liga

CNN Indonesia | Rabu, 26/12/2018 17:02 WIB
Sesmenpora Diperiksa Polisi Terkait Pengaturan Skor Liga Sesmenpora Gatot S Dewa Broto diperiksa polisi. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot Sulistiantoro Dewa Broto diperiksa polisi terkait pengaturan skor di Liga Indonesia. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari agenda Satgas Antimafia Bola yang dibentuk langsung oleh Kapolri Jendral Tito Karnavian.

"Pak Gatot memberikan keterangan terkait terjadinya pengaturan skor pada pertandingan sepakbola di Liga Indonesia baik di liga tiga, dua, maupun liga satu," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Rabu (26/12).

Dedi menjelaskan pemeriksaan akan berfokus kepada aktor pemain lapangan terlebih dahulu. Selain itu, polisi juga sedang fokus mencari subjek yang mengalami kasus mafia bola di Tanah Air.


"Kita juga fokus ke pihak yang menjadi whistleblower untuk memperjelas penyidik merumuskan konstruksi hukum," kata Dedi.


Pemeriksaan yang dilakukan Direktorat Tindak Pidana Korupsi Mabes Polri dan Direktorat Tindak Pidana Umum Polda Metro Jaya itu terhadap Gatot dan saksi-saksi lainnya nanti akan diserahkan kepada Kasatgas Antimafia Bola, Brigadir Jendral Hendro Pandowo.

"Poskonya di Polda Metro Jaya karena sebagian besar saksi-saksi yang akan dimintai keterangan ada di Jakarta. Di luar Jakarta baru oleh Mabes Polri," beber Dedi.

Sebelum Gatot, polisi juga sudah memanggil Sekretaris Jendral PSSI Ratu Tisha Destria. Namun Ratu tidak memenuhi panggilan Bareskrim karena alasan ada pertemuan lain.


Dedi menambahkan polisi akan kembali memanggil Ratu dan pihak-pihak terkait lainnya untuk dimintai keterangan. Polisi, lanjut Dedi, juga akan mengedepankan asas praduga tak bersalah untuk memeriksa saksi-saksi yang terkait dengan kasus mafia bola.

"Kita bekerja berdasarkan fakta hukum yang kita temukan di lapangan. Kita Terapkan juga unsur kehati-hatian azas praduga tak bersalah," tutup dia.

(ctr/DAL)